Pasar Ikan Muara Angke Harus Bebas Calo dan Preman

Pasar ikan Muara Angke harus bebas dari calo dan preman. Karena keberadaan mereka sangat mengganggu konsumen dan pedagang

Pasar Ikan Muara Angke Harus Bebas Calo dan Preman
Panji Baskhara Ramadhan
Kapolsek Sunda Kelapa, AKP Putu Kholis Aryana

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Putu Kholis Aryana mengaku akan gencar melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di Kawasan Pasar Ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Mantan Kanit Penyidikan Masalah Tanah dan Bangunan (Tahbang) Sat Rekrim Polres Jakarta Barat juga mengaku, Pasar Ikan Muara Angke harus bebas dari maraknya calo dan preman.

"Keberadaan calo dan preman itu membuat rugi pengunjung kuliner, pedagang, dan pembeli ikan di Pasar Ikan. Jelas saja, banyak laporan ke kami, bahkan keluhan-keluhan masyarakat melalui media sosial," kata dia di Ruang Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2015).

Ia melanjutkan, akan menggelar setiap malam Operasi Cipta Kondisi. Pihaknya juga akan terus melakukan patroli, baik pagi, siang dan malam.

"Saya nggak mau dengar lagi ada masyarakat ngeluh lagi karena keberadaan calo dan preman di Pasar Ikan Muara Angke. Karena, saya sempat observasi wilayah, biaya parkir saja itu pengunjung dan pedagang di patok sampai Rp 20 ribu per kendaraannya. Baik motor, ataupun mobil," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat terus melaporkan adanya hal-hal yang merugikan banyak orang, ataupun adanya tindak kriminal yang ada di kawasan itu.

"Kami siap sedia layani masyarakat 24 jam," tutupnya singkat. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help