Pencabulan

Inilah Kasus Pencabulan Oleh Pendata di Negara Maju

Juru bicara Vatikan, Pendeta Frederico Lombardi menyatakan para uskup bisa juga diadili apabila mereka gagal mencegah terjadinya pencabulan anak.

Inilah Kasus Pencabulan Oleh Pendata di Negara Maju
bbc.co.uk
Para uskup juga bisa diadili apabila gagal mencegah terjadinya pencabulan terhadap anak-anak. 

WARTA KOTA, PALMERAH—Juru bicara Vatikan, Pendeta Frederico Lombardi menyatakan para uskup bisa juga diadili apabila mereka gagal mencegah terjadinya pencabulan terhadap anak-anak.

Pengaduan akan ditangani oleh salah satu dari tiga departemen di Vatikan, tergantung dimana jurisdiksi uskup tersebut.

Lalu pengaduan ini akan diadili oleh departemen Doktrin.

Panel yang memberi rekomendasi untuk kebijakan ini dibentuk oleh Paus Fransiskus pada tahun 2013 untuk membantu keuskupan mencegah dan menolong korban.

Panel ini terdiri dari 17 orang pendeta dan orang-orang biasa dari seluruh dunia.

Skandal pencabulan:

1. Jerman - seorang pendeta yang disebukan namanya dengan Andreas L, mengaku di tahun 2012 melakukan pencabulan sebanyak 280 kali yang melibatkan tiga orang anak laki-laki, selama satu dekade.

2. Amerika Serikat - pengakuan tentang pencabulan di tahun 1990an oleh dua orang pendeta dari Boston, Paul Shanley dan John Geoghan, menyebabkan kemarahan publik.

3. Belgia - Uskup Bruges, Roger Vangheluwe, mengundurkan diri pada bulan April 2010 sesudah mengakui bahwa ia melakukan pencabulan terhadap seorang anak laki-laki selama bertahun-tahun.

4. Italia - Gereja Katolik di Italia mengakui bahwa di tahun 2010, ada sekitar 100 kasus laporan pencabulan terhadap anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta selama lebih dari 10 tahun.

5. Irlandia - Laporan di tahun 2009 menemukan bahwa pencabulan dan kejahatan psikologis "menyebar" di sekolah-sekolah dan rumah yatim piatu Katolik, di sepanjang abad ke-20.

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help