Wawancara Lelang Jabatan Sekda Depok Seperti Sidang Tesis

Tujuh lelang jabatan di Pemkot Depok dinyatakan lolos dari seleksi penulisan makalah.

Wawancara Lelang Jabatan Sekda Depok Seperti Sidang Tesis
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK - Tujuh peserta open bidding atau lelang jabatan di Pemkot Depok dinyatakan lolos dari seleksi penulisan makalah, Sabtu (6/6/2015) lalu.

Mereka kini bersiap menjalani tahapan seleksi berikutnya yakni seleksi wawancara pada Senin (15/6/2015) depan, mulai pukul 08.00, di Ruang Bougenville Lantai I Gedung Balai Kota Depok.

Ke tujuh peserta itu, 4 orang memperebutkan jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok dan 3 orang lainnya memperebutkan kursi Kepala Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok.

Mereka yang menjalani seleksi lelang jabatan Sekda Depok adalah Hardiono yang saat ini menjabat Kepala Bappeda Kota Depok, Harry Prihanto yang kini menjabat Plt Sekda Depok, Herry Pansila yang kini menjabat Kadisdik Depok, serta Mumun Misbahul Munir yang saat ini menjabat Kepala Disdukcapil Depok.

Sementara tiga peserta lelang jabatan Kepala Bimasda Depok adalah Herman Hidayat yang saat ini menjabat Staf Ahli Ekonomi Kota Depok, Manto yang kini menjabat Kabag Umum Setda Depok dan Mohammad Fitriawan yang masih menjabat Kepala Diskominfo Depok.

Muhamad Solihin, Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kota Depok atau Pansel Lelang Jabatan, mengatakan dalam tahap seleksi wawancara, satu persatu peserta lelang jabatan akan menghadapi 5 anggota tim Pansel yang akan mencecar mereka dengan sejumlah pertanyaan.

"Kami, sebanyak 5 orang anggota tim pansel akan bertanya seputar pembangunan dan permasalahan Kota Depok ke setiap peserta lelang secara bergiliran," ujarnya.

"Setiap anggota pansel akan memiliki pertanyaan sendiri, serta penilaian sendiri," kata Solihin yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, kepada Warta Kota, Rabu (10/6/2015).

Menurut Solihin, seleksi wawancara untuk lelang jabatan ini, tak berbeda jauh dengan sidang tesis atau disertasi untuk memperoleh gelar doktor di universitas atau perguruan tinggi.

Bedanya kata Solihin, jika untuk meraih gelar doktor mereka harus mempertahankan tesis atau disertasinya, maka dalam seleksi wawancara peserta lelang harus mampu memaparkan konsep dan rencana pembangunan Kota Depok ke depan, sekaligus apa solusi dan konsep yang mereka tawarkan untuk Depok.

"Bagaimana secara umum pembangunan Kota Depok yang akan mereka capai, serta segala hal seputar masalah teknis lainnya, itu yang akan kami nilai," kata Solihin.

Apalagi, kata Solihin, untuk jabatan Sekda Depok, konsep pembangunan Depok serta pemahaman masalah dan solusinya sangat penting dan menjadi penilaian utama tim pansel.

"Sebab tim Pansel ingin memilih Sekda Depok yang benar-benar kompeten dan mengerti permasalahan di Depok secara luas. Juga untuk Kepala Bimasda, diharapkan yang terpilih adalah orang yang mampu melaksanakan aspek pembangunan di Depok dengan tepat," paparnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help