Operasi Patuh Jaya

Tabrak Polisi, Pengendara Ducati Terancam Penjara 1 Tahun

Yuli Ander (32) pengendara moge ducati terancam ‎hukuman kurungan penjara selama 1 tahun karena menyerempet korban hingga mengalami luka ringan.

Tabrak Polisi, Pengendara Ducati Terancam Penjara 1 Tahun
Warta Kota/Bintang Pradewo
Polisi sedang memeriksa moge Ducati berwarna orange yang menabrak petugas Satuan Lalulintas Polres Metro Jakarta Selatan di dekat kantor Walikota Jakarta Selatan, di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakar?ta Selatan, Senin (8/5/2015) sekitar pukul 07.30 WIB. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Yuli Ander (32) pengendara motor gede (moge) pabrikan ducati yang menyerempet Polantas di dekat Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2015) pagi terkena tilang oleh Satlantas Polres Jakarta Selatan.

Selain sanksi tilang, warga Duren Tiga itu terancam ‎hukuman kurungan penjara selama 1 tahun karena menyerempet korban hingga mengalami luka ringan.

Hal ini diungkapkan Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Sutimin di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2015). ‎

Menurut AKBP Sutimin, kesalahan pertama yang dilakukan pemoge itu adalah melintasi Jalan Layang Antasari. Dimana, jalan tersebut tidak diperkenankan kendaraan roda dua melintasi jalan tersebut.

"Kami sudah menilang pemoge itu. Karena melanggar rambu-rambu lalu lintas yaitu melintasi jalan layang antasari," tutur AKBP Sutimin.

Tak hanya itu, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Pasal 301 Ayat 2 tentang kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka ringan akan dijerat dengan‎ hukuman satu tahun penjara.

"Saat ini kita masih memeriksa pengendara. Apakah dia sengaja atau tidak melakukan penyerempetan terhadap polisi itu," ucap AKBP Sutimin.

AKBP Sutimin menjelaskan, kemungkinan pengendara ketakutan ketika ingin diberhentikan petugas kepolisian saat melintas di Jalan Layang Antasari. Entah, tidak memiliki SIM atau memang melanggar aturan.

"Kalau melanggar itu pasti ada rasa takut. Tapi, saat itu dia beratribut lengkap dengan memakai helm," tutur AKBP Sutimin.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved