Seleksi Dirjen Bea Cukai Dinilai Tidak Terbuka

Seleksi pemilihan Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen Bea Cukai) sampai saat ini dinilai belum terbuk.

Seleksi Dirjen Bea Cukai Dinilai Tidak Terbuka
istimewa
Ditjen Bea Cukai 

WARTA KOTA, PALMERAH— Seleksi pemilihan Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen Bea Cukai) sampai saat ini dinilai belum terbuka, terutama panitia seleksinya (pansel) yang melakukan seleksi.

Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Masardi menilai tidak ada transparansi. "Saya saja tidak tahu kriteria jadi pansel. Kalau atasan bekas dirjen jadi pansel salah satunya oke, tapi yang di luarnya bagaimana," katanya di Jakarta, Jumat (5/6).

Adhie mengatakan, jika proses seleksi pimpinan bea cukai ini terbuka pasti sangat bagus, terutama untuk memberi kepercayaan kepada publik supaya bisa membantu kontrolnya. "Karena persoalan kita itu lemahnya kontrol (pengawasan)," ujarnya.

Menurut dia, pemilihan Dirjen Bea Cukai ini harus transparansi karena jabatan itu bukan jabatan kacangan. Sebab, kata dia, kalau tidak ada transparansi dikhawatirkan terjadi penyelewengan, setoran atau kongkalikong saat seleksi maupun saat menjabat nantinya.

"Kalau ada transparansi bisa diantisipasi, tapi kalau ini tertutup ya selesailah. Jangan sampai hal semacam ini buka peluang koruptor di sektor pajak dan bea cukai, melegitimasi permainan-permainan seperti itu. Jadi harus transparan," jelas dia.

Hal senada diungkapka anggota Komisi XI DPR Fraksi PKB, Anna Muawanah. Ia mengatakan panitia seleksi (pansel) harus menyusun kriteria calon Dirjen Bea Cukai baik mengenai track record, dedikasi tinggi, integritas, memiliki kemampuan dalam memimpin supaya membangun kepercayaan masyarakat.

"Jangan sampai semangat reformasi yang pernah dibangun mundur lagi. Jadi harus transparansi, baik pemilihan pansel, pemilihan Dirjen Bea Cukai," katanya.

Seperti diketahui Mayjen TNI Meris Wiryadi masuk dalam nama peserta lelang jabatan Dirjen Bea Cukai seperti yang diumumkan Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan selaku Ketua Panitia Seleksi melalui laman kementerian.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help