Home »

News

Sapi Tertinggi Sedunia Ini Terpaksa Disuntik Mati

Blossom dikuburkan di tempat favoritnya dengan kepalanya menghadap ke timur di perkebunan.

Sapi Tertinggi Sedunia Ini Terpaksa Disuntik Mati
yahoo news

ILLINOIS, WARTA KOTA -- Blossom, sapi paling tinggi sedunia, dilaporkan mati di sebuah perkebunan di utara Illinois, AS. Sebelumnya, kira-kira setahun yang lalu sapi sukses memegang rekor Guinness Book World Records.

Sang pemilik, Pat Hanson mengatakan bahwa sapi jenis Holstein dengan tinggi 195 sentimeter yang dinamai Blosom mati pada 26 Mei lalu di perkebunan miliknya di dekat Orangeville, yang berada di selatan perbatasan Wisconsin/Illinois.

Hanson mengatakan dirinya tidak tahu apa yang terjadi dengan Blossom namun sapi berusia 13 tahun itu terpaksa disuntik mati setelah dua dokter hewan mengatakan tak sanggup menyelamatkannya.

Hanson mengatakan Blossom dikuburkan di tempat favoritnya dengan kepalanya menghadap ke timur di perkebunan. Guinness menyatakan Blosom adalah sapi paling tinggi di dunia pada Agustus tahun lalu.

Sebelumnya, Blossom, tak jadi disembelih di sebuah rumah jagal karena terlalu tinggi.

Blossom akhirnya menjadi bintang di peternakan milik Patty Hanson. Lalu, berapakah tinggi Blossom? Sapi perah itu ternyata memiliki tinggi 1,95 meter dari ujung kaki ke pundaknya.

Dia bahkan lebih tinggi dari penyerang Tottenham Hotspur, Emmanuel Adebayor, yang bertinggi badan 1,92 meter.

Tak hanya "selamat" dari kematian, Blossom kini masuk ke dalam catatan buku rekor Guinness sebagai sapi tertinggi di dunia. Blossom bahkan memiliki akun Facebook sendiri.

"Blossom adalah bintang peternakan kami. Saya senang memamerkannya kepada para tamu dan Blossom senang menyapa mereka," kata Patty.

Meski kini menjadi bintang, Blossom ternyata memiliki kekurangan. Patty baru saja mengetahui bahwa sapi yang berbobot hampir 1 ton itu ternyata mandul.

Meski demikian, Patty kini berjanji tidak akan mengirim Blossom ke rumah jagal dan tetap akan memelihara hewan itu.

Sumber: Yahoo News!/Grilsfromcelebesonline

Editor: Catur Waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help