Home »

News

» Jakarta

Pendapatan 3 Parkir Meter di Jakarta Mencapai Rp 4,4 Milyar

Sejak diterapkan Terminal Parkir Elektronik di tiga lokasi pendapatan dari retribusi parkir meningkat.

Pendapatan 3 Parkir Meter di Jakarta Mencapai Rp 4,4 Milyar
Panji Baskhara Ramadhan
Petugas parkir tengah melihat-lihat mesin parkir meter asal Swedia yang sudah terpasang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara, Jumat (6/3). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Semenjak diberlakukannya Terminal Parkir Elektronik (TPE) di tiga lokasi dalam beberapa bulan terakhir ini membuat pendapatan dari retribusi parkir meningkat.

Namun, karena menggunakan sistem beauty contest membuat Pemprov DKI hanya mendapatkan 30 persen dari hasil retribusi parkir itu dan 70 persen untuk operator.

Kepala Unit Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Sunardi Sinaga ‎mengatakan transaksi parkir semenjak dimulai TPE di 3 jalan yaitu Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat, lalu Jalan Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Jalan Falatehan, Jakarta Selatan mencapai Rp 4.479.195.000.

"Sangat meningkat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai angka juta rupiah saja," kata Sunardi saat dihubungi Warta Kota di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).

Sebelumnya di tiga jalan itu per hari hanya mencapai Rp 5.500.000. Namun, setelah diberlakukan TPE di lokasi tersebut rata-rata mencapai Rp 58.000.000 per hari.

"‎Memang DKI Jakarta hanya mendapatkan 30 persen dari total pendapatan itu," ucapnya.

‎Bila ditotal tiga lokasi tanpa TPE, per bulan lokasi tersebut hanya mencapai angka belasan juta rupiah per bulan. Seperti di Jalan Agus Salim hanya Rp 15 juta sebulan, di Jalan Boulevard hanya Rp 141 juta perbulan dan Jalan Falatehan hanya Rp 9 juta perbulan.

"Kalau dari kita manual dulu, kacau dan pendapatannya sangat jauh. Bayangkan untuk se-DKI kita pakai TPE ini berasumsi satu tahun transaskis mencapai Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar itu pun kalau nggak ada bocor," ungkapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help