WartaKota/

Tol Cipali Bakal Kurangi Kemacetan Pemudik dengan Mobil Pribadi

Jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) diperkirakan bakal bisa beroperasi saat arus mudik Lebaran 2015.

Tol Cipali Bakal Kurangi Kemacetan Pemudik dengan Mobil Pribadi
Antara
Sejumlah pekerja melintas di jalur tol Cikampek-Palimanan (Cipali) di Cikamurang, Terisi, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/4/15). Pengerjaan tol Cipali sepanjang 116,5 kilometer tersebut sudah mencapai 93 persen dan rencananya akan bisa digunakan pada arus mudik mendatang. 

WARTA KOTA, TANAHABANG-Jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) diperkirakan bakal bisa beroperasi saat arus mudik lebaran 2015.

Hal ini, menurut Djoko Suseno, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, akan dapat mengurangi kemacetan pemudik dengan mobil pribadi di jalur Cikampek hingga Palimanan.

"Kakorlantas baru pulang uji jalanan. Hambatan-hambatan di jalan pada pasar tumpah. Kita akan melakukan penertiban. Tetapi di antara Pantura dan Cipali tidak akan terjadi kemacetan karena ada tol, namun pemudik motor mungkin (masih terkena kemacetan)," katanya di Kantor Kemenhub, Tanahabang, Jakarta, Selasa (26/5/2015) malam.

Menurutnya, tol Cipali akan dilakukan uji keselamatan dalam waktu dekat ini.

Tidak hanya soal tol, Djoko juga memuji para pengusaha dan pihak-pihak yang menyelenggarakan mudik gratis baik menggunakan bus maupun kereta api. Menurutnya, adanya program mudik gratis akan menurunkan tingkat kemacetan di jalur mudik lantaran pemudik tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

"Sekarag banyak mudik gratis, motor pindah ke bus. Bus itukan bisa menampung lebih dari 30 penumpang. Jika saja pemudik itu naik motor, maka akan ada 30 motor yang berubah jadi satu bus. Itu sangat membantu mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan," kata Djoko.

Adapun menurut Djoko, jumlah pemudik jalur jalan akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni dari 5,2 juta orang menjadi 4,9 juta orang. Atau menurun 5,97 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan pemudik dengan mobil pribadi, diprediksi naik dari 1,5 juta orang menjadi 1,6 juta orang. Adapun pemudik menggunakan sepeda motor juga diprediksi naik dibandingkan tahun lalu, yang mulanya 1,8 juta orang menjadi 2 juta orang.

Sementara, Kemenhub memperkirakan jumlah pemudik total tahun ini sedikitnya 20 juta orang atau mengalami penurunan sebesar 1,96 persen.(Agustin Setyo Wardani)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help