Beras Plastik

Korban Beras Plastik Terus Bertambah

Kali ini, Agatha Fransisca (17), mendatangi Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi, sambil membawa beras plastik.

Korban Beras Plastik Terus Bertambah
Panji Baskhara Ramadhan
Una Rusmana selaku Kasudin Perikanan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan tengah memeriksa beras milik pedagang di Jalan Sindang Raya, Koja, Jakarta Utara, Kamis (21/5/2015). 

BEKASI, WARTAKOTALIVE-Terkuaknya beras plastik berbahan plastik pipa paralon rupanya diiringi dengan bertambahnya korban di Bekasi, Jawa Barat, juga di beberapa daerah penyangga Jakarta.

Korban beras ‘plastik’ pun terus bertambah. Para korban mulai mengungkapkan rasa aneh saat memasak beras yang dibeli di pasar, yakni berbau plastik dan nasi lengket di mulut.

Kali ini, konsumen, Agatha Fransisca (17), langsung mendatangi Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi, Kamis (21/5).

Dia membawa beras dan nasi yang diduga beras plastik atau sintetis.

Warga di Jalan Sultan Agung KM 28,5 Nomor 3, RT 06/22, Kota Baru, Medan Satria, Kota Bekasi, ini mengaku telah mengonsumsi beras yang mirip dengan informasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan PT Sucofindo.

Agatha mengatakan, sejak dua bulan terakhir, dia mengonsumsi beras sintetis itu.

Menurutnya, beras dibeli di toko beras di Harapan Baru, Kota Bekasi. Harganya Rp 125.000 per 10 kilogram.

Dia yakin, berasnya palsu karena ciri-cirinya sama dengan yang diinformasikan di media massa.

Beras saat dimasak beraroma plastik dan setelah dikonsumsi menimbulkan sakit perut.

Lalu, dia dan keluarganya menghentikan mengonsumsi beras tersebut.

Halaman
123
Editor: Tri Broto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved