Koran Warta Kota

Harga Apartemen Turun 9,29 Persen

Ini mungkin kabar menggembirakan buat calon pembeli apartemen strata atau kondominium di kawasan Jabodetabek.

Harga Apartemen Turun 9,29 Persen
shutterstock.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH—Ini mungkin kabar menggembirakan buat calon pembeli apartemen strata atau kondominium di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Selama kuartal pertama 2015, harga kondominium turun 9,29 persen.

Demikian hasil survei Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI) pekan lalu. Menurut hasil survei itu, turunnya harga jual ini karena pasokan kondominium kelas bawah yang banyak dijual terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Meskipun harga jual turun, namun tingkat penjualan justru mengalami kenaikan. Dari total pasokan yang masuk pasar sebanyak 111.717 unit, sebesar 97,66 persen di antaranya laku terjual. Tingkat penjualan ini tumbuh 4,90 persen dibanding kuartal keempat tahun 2014.

Sedangkan secara tahunan, tingkat penjualan kondominium naik tipis 0,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Indeks

Sementara itu, BTN meluncurkan BTN Housing Index (BTNHI) untuk membantu pemerintah atau pengembang, bahkan masyarakat terkait bisnis pembiayaan perumahan. Indeks bisnis pembiayaan perumahan secara nasional akan tersaji di sini.

“Ini bisa dipakai sebagai salah satu pertimbangan teknis dalam pengambilan kebijakan atau keputusan bisnis menyangkut perumahan,” kata Mansyur S Nasution, Direktur Bank BTN, seperti dilansir Kompas.com.

Mansyur mengatakan, data yang ada sangat terukur karena potret yang dipakai adalah kredit-kredit yang disalurkan Bank BTN pada industri perumahan secara nasional.

Data-data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi bisnis pembangunan perumahan pada wilayah tertentu, sekaligus untuk melihat pertumbuhan harga-harga properti di daerah.

Bulan madu

Sementara itu, Lily Tjahnadi, konsultan properti, mengatakan, sekarang Serpong mengalami masa bulan madu. Ada banyak generasi muda usia produktif, lulusan perguruan tinggi mancanegara yang kembali ke Indonesia.

Ditambah para lulusan perguruan tinggi domestik yang jumlahnya cukup signifikan. Mereka tidak saja membutuhkan hunian, melainkan juga tempat usaha.

“Dan Serpong merupakan tempat yang mereka pilih baik untuk tinggal maupun berusaha. Karena selain harga propertinya relatif masih lebih murah jika dibandingkan dengan properti pusat kota Jakarta, juga alasan lingkungan, kelengkapan infrastruktur, dan aksesibilitas,” kata Lily.

Generasi muda dengan rentang usia antara 25 tahun hingga 35 tahun ini, kata Lily, akan mencari tempat yang ideal, sesuai dengan keterjangkauan alias daya beli. Tak mengherankan bila beberapa properti anyar yang dipasarkan di Serpong dengan harga kompetitif dan berkonsep one stop living, langsung diserbu pembeli. (ang)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved