Penyebar Isu Bikin Saham Telkom Anjlok Rugikan Negara

Penyebar isu terkait PT Telkom telah mengakibatkan harga saham anjlok di pasar bursa, yang mengakibatkan kerugian negara.

Penyebar Isu Bikin Saham Telkom Anjlok Rugikan Negara
Kompas.com
Gedung PT Telkom. 

WARTA KOTAPALMERAH -- Penyebaran isu negatif mengenai tender dari rencana pertukaran (swap) saham Mitratel antara PT Telkom dengan PT TBIG membuat saham PT Telkom anjlok di bursa.

Padahal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit dan menyesalkan berhembusnya isu negatif soal transaksi perusahaan 'plat merah' itu. Menanggapi hal tersebut, pakar hukum pidana dan pencucian uang Yenti Garnasih mengatakan penyebar isu yang ujungnya merugikan negara, bisa dipidana.

"Kalau memang ada yang menyebarkan (isu negatif-red) dan menimbulkan kerugian negara tidak dapat didiamkan. Banyak pasal yang mengenai kabar bohong seperti ini. Misalnya pasal 483, disebutkan barang siapa yang menerbitkan sesuatu diduga menimbulkan keonaran saja bisa dipidana," kata Yenti, pakar pidana pencucian uang Universitas Trisakti itu, di Jakarta, Rabu (13/5).

Yenti mencontohkan, di Amerika Serikat, pelaku penyebaran kabar bohong yang menyebabkan kerugiaan negara, bahkan dapat ditarik ke pasal mengenai korupsi. 

"Aturan tentang penyebaran kabar bohong yang akibatnya, menimbulkan kerugian negara bagaimana?" katanya.

Yenti berpandangan, dalam KUHP  masalah penyebaran kabar bohong jelas ada jeratnya. Aparat negara, semisal Kepolisian, bisa bergerak menangani permasalahan tersebut.

"Kalau ada yang diuntungkan, pihak-pihak tertentu, termasuk orang dalam sekalipun, jika ada, yang menyebabkan penurunan saham PT Telkom ini bisa dipidana," tandasnya.

Sebelumnya, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi, mengatakan, pihaknya telah melakukan audit mengenai Swap Mitratel yang dilakukan antara  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Proses tender aksi korporasi dinilai transparan dan tak bermasalah. 

"Yang aneh justru ada isu-isu yang berakibat saham PT Telekomunikasi justru turun bebas. Karena seolah-olah memang benar-benar ada kerugian. Itu merugikan negara,"  katanya, pekan lalu.

Achsanul menjelaskan, pihaknya menilai tender Swap tak bermasalah. Karena itu, proses bisnis itu bisa berjalan.

Ia sepakat dengan Menteri BUMN Rini Suwandi, bahwa Swap Mitratel adalah aksi korporasi yang tujuannya menguntungkan pihak terkait. Jika ada dinamika pro-kontra di internal Telkom, pemerintah tak ikut campur.  Aqsanul menegaskan, hanya Dewan Komisaris dan Direksi yang mengurusi hal tersebut.

"Ini, menjadi urusan dari Komisari dan Direksi saja. Bukan urusan yang lain," tukasnya.

BPK belum bisa mengatakan adanya kerugian negara. Karena transaksinya belum tuntas terjadi. "Justru, negara dirugikan karena isu itu, saham PT Telkom terjun bebas dari 2,90 ke 2,15. Itu kerugian kan," 

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved