Kemiskinan Kronis Terkam 50.000 Warga Depok

solusi tepat adalah dengan memberdayakan dan meningkatkan kemampuan serta kesehatan mereka.

Kemiskinan Kronis Terkam 50.000 Warga Depok
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI kemiskinan. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sekitar 50.000  warga di Kota Depok diyakini masuk dalam kategori miskin kronis, sehingga cukup sulit dientaskan. Karenanya perlu cara dan pendekatan berbeda kepada warga yang masuk dalam kategori miskin kronis ini.

Hal itu diungkapkan Anggota Kelompok Kerja Advokasi Kebijakan Daerah, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekertariat Wakil Presiden, Togi Sianipar dalam evaluasi pengentasan kemiskinan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah Kota Depok serta instansi terkait di Aula Bappeda Lantai 3 Gedung Dibaleka 1, Senin (11/05/2015).

"Untuk warga yang miskin kronis ini, perlu langkah ekstra dengan cara dan pendekatan yang berbeda pula dalam mengatasinya," kata Togi.

Menurut Togi, masalah utama penduduk miskin kronis adalah mental dan rasa kurang percaya diri. Umumnya, mereka yang terjerat kemiskinan kronis merasa tidak yakin nasibnya dapat berubah. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan, menjadi miskin merupakan takdir.

Ini semua karena penduduk miskin kronis juga memiliki pendidikan, dan kesehatan yang rendah.

"Ini menyebabkan mereka selalu kalah bersaing, yang pada gilirannya menimbulkan rasa tidak percaya diri.
Pada kasus ekstrem penduduk miskin kronis tidak dapat melakukan kegiatan apa pun terkait rendahnya derajat kesehatan yang dimiliki. Pemulihan kesehatan penduduk miskin kronis dimaksud memerlukan ekstra kerja keras," paparnya.

Karenanya, untuk mengatasi kemiskinan kronis di Depok ini tidak bisa hanya dengan bantuan jaminan sosial atau kesehatan.

Sebab, kompleksitas masalah kemiskinan di Depok tinggi.

"Belum lagi banyaknya lansia atau janda yang miskin dan tidak produktif. Selain itu usia produktif yang mengalami cacat tubuh dan menghambat untuk beraktifitas. Sehingga mereka harus ketergantungan dengan orang lain. Kategori miskin kronis seperti ini yang banyak di Depok dan sulit diatasi," katanya.

Menrut Togi, miskin kronis bukan hanya secara ekonomi saja tapi juga rendahnya akses kesehatan dan pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help