Pedagang Kaki Lima

Camat Koja Kewalahan Tertibkan PKL Bendungan Melayu

Maraknya PKL di sepanjang Jalan Bendungan Melayu RT 02/01,Rawa Badak Selatan, Koja, membuat Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis kewalahan.

Camat Koja Kewalahan Tertibkan PKL Bendungan Melayu
Panji Baskhara Ramadhan
Kondisi Pasar Kaget di Jalan Bendungan Melayu RT 02/01,Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, memprihatinkan, Minggu (10/5). Tak hanya terlihat kumuh dan kotor, akses jalan pun kerap tersendat lantaran dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) 

WARTA KOTA, KOJA - Maraknya Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Bendungan Melayu RT 02/01,Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, membuat Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis kewalahan. Selain susah diatur, masyarakat justru mendukung keberadaan PKL tersebut.

"Ya mereka sudah kami jadwalkan sampai jam sembilan pagi kok. Kalau memang mereka siang atau sore muncul, berarti mereka cari akal atau curi-curi waktu. Mereka (PKL) ini susah diimbau. Masyarakat pun dukung akan keberadaan mereka juga sih," kata Rahmat Effendi Lubis saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (10/5/2015).

Rahmat Effendi Lubis mengatakan, pihaknya juga kesulitan merelokasi para PKL di Kawasan Bendungan Melayu. Ia mengaku, sulit mencari lahan relokasi untuk para PKL tersebut.

"Kami sudah coba musyawarahkan mereka untuk direlokasikan ke Pasar Walang Baru. Cuma mereka kerap menolak, alasannya terlalu jauh. Kami hingga saat ini juga, mencari lahan cuma belum ketemu," kata Rahmat Effendi Lubis.

Rahmat Effendi Lubis berharap, para PKL mengerti akan peraturan yang sudah ditetapkan. Namun, menurut dia, untuk sementara PKL akan dibiarkan sementara berjualan di Jalan Bendungan Melayu.

"Yang penting tidak menganggu jalan umum. Itu saja," ujar Rahmat Effendi Lubis. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved