Koran Warta Kota

Polisi Akui Lakukan Pelanggaran Saat Tangkap Novel Baswedan

Penyidik Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, melakukan perlawanan terhadap Bareskrim Polri yang menangkapnya.

Polisi Akui Lakukan Pelanggaran Saat Tangkap Novel Baswedan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Novel Baswedan. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Penyidik Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, melakukan perlawanan terhadap Bareskrim Polri yang menangkapnya. Rabu (6/5) Novel mendatangi Ombudsman RI untuk mengadukan kasus yang dihadapinya.

Ombudsman akan menindaklanjuti laporan Novel terkait dugaan mala-administrasi dalam upaya penangkapan penyidik KPK yang juga seorang polisi itu. Novel dan kuasa hukumnya melaporkan sejumlah kejanggalan dalam proses penangkapan, pemeriksaan, hingga penggeledahan di rumahnya.

"Ya, kita harus percaya lah. Mau percaya kepada siapa lagi kalau bukan ke aparatur yang ada (Ombudsman)?" ucap Novel di kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (6/5). Polri adalah institusi Novel sebelum bergabung dan menjadi penyidik di KPK.

Namun, Novel enggan menjelaskan lebih jauh terkait laporan dugaan mala-administrasi tersebut. Ia menyerahkan kewenangan tersebut ke tim kuasa hukum. "Saya sudah tegaskan, penjelasan dan lain hal akan dijelaskan kuasa hukum," ucap Novel.

Kuasa hukum Novel, Muji Kartika Rahayu, menduga ada unsur kriminalisasi oleh penyidik Bareskrim Polri dalam penangkapan dan pemeriksaan Novel. Karena itu, pihaknya meminta Ombudsman untuk mengkaji dugaan pelanggaran tersebut karena penyidik Bareskrim Polri termasuk sebagai penyelenggara negara.

"Novel dan tim kuasa hukum melaporkan mala-administrasi yang dilakukan Bareskrim ketika melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan rumah, dan rekonstruksi di Bengkulu," ujar Muji.

Novel ditangkap pada Jumat (1/5) dini hari pekan lalu untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan pada 2004. Novel sempat ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, sebelum diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani rekonstruksi.

Kasus Novel pernah mencuat saat terjadi konflik KPK vs Polri tahun 2012 saat Novel menjadi penyidik korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun anggaran 2011 dengan tersangka Irjen Djoko Susilo.

Pada 2004, ada anak buah Novel yang melakukan tindakan di luar hukum yang menyebabkan korban jiwa. Novel yang mengambilalih tanggung jawab anak buahnya dan ia pun sudah mendapat teguran keras.

Lima tuntutan

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved