Kepsek SMPN 8 Depok Sebut Iuran Rp 1,5 Juta Per Siswa Bentuknya Sumbangan

Kepala Sekolah SMPN 8 Depok Tatag Hadi Sunoto mnenyatakan, iuran dana perpisahan Rp 1,5 Juta per siswa bentuknya sumbangan sukarela.

Kepsek SMPN 8 Depok Sebut Iuran Rp 1,5 Juta Per Siswa Bentuknya Sumbangan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK-Kepala Sekolah SMPN 8 Depok, Tatag Hadi Sunoto menuturkan pihaknya sama sekali tidak pernah meminta dan menetapkan iuran dana perpisahan Rp 1,5 Juta per siswa bagi siswa kelas IX di sekolahnya.

Menurut Tatag dana yang dimaksud dan diminta Komite Sekolah itu adalah dana bantuan untuk sejumlah kegiatan sekolah yang tidak dicover dana BOS.

"Besaran dananya tidak ditetapkan tapi sukarela. Jadi bentuknya sumbangan dan tidak ada paksaan," kata Tatag usai bertemu Ombudsman RI, Kamis (7/5/2015).

Tatag mengatakan, uang sumbangan yang sifatnya sukarela dan tanpa paksaan itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan sekolah seperti pemantapan pelajaran, zikir dan doa bersama jelang UN, dan perpisahan.

"Jadi kalau ada wali murid yang tidak mampu memberi sumbangan, tidak apa-apa," katanya.

Karenanya ia membantah uang tersebut adalah pungutan liar dan ditetapkan besarannya Rp 1,5 Juta per siswa.

"Kami tidak pernah melakukan pungutan apa-apa pada siswa," katanya.

Tags
iuran
siswa
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help