Diancam Tidak Lulus Kalau Tidak Bayar Iuran Rp 1,5 Juta

Siswa SMPN 8 Depok mengaku sering ditegur dan diancam tidak lulus jika tidak membayar iuran Rp 1,5 juta untuk acara perpisahan di sekolah.

Diancam Tidak Lulus Kalau Tidak Bayar Iuran Rp 1,5 Juta
dok. google
Ilustrasi pungutan liar 

WARTA KOTA, DEPOK-Lila (14) salah seorang siswa SMPN 8 Depok mengaku dirinya secara langsung cukup sering ditegur guru dan wali kelasnya untuk segera melunasi iuran dana Rp 1,5 Juta yang informasinya untuk perpisahan sekolah.

Menurut Lila, orangtuanya membayar iuran itu secara mencicil dan sampai kini belum sampai setengahnya.

"Sering banget saya ditagih uang iuran itu. Bahkan karena gak bayar-bayar juga, beberapa guru bilang kalau saya gak bayar dana perpisahan nanti gak diluluskan," kata Lila kepada wartawan, usai memberi keterangan kepada sejumlah anggota Ombudsman RI yang mendatangi sekolahnya, Kamis (7/5/2015).

Lila mengaku sempat merengek ke orangtuanya untuk segera membayar dana perpisahan itu.

"Soalnya saya takut gak diluluskan. Makanya saya minta orangtua supaya cepat bayar," ujar Lila.

Menurut Lila, penagihan guru dan wali kelasnha berkali-kali membuat dirinya kehilangan konsentrasi belajar untuk menghadapi UN.

"Jadi kepikiran terus. Soalnya percuma juga nilai UN bagus, kalau akhirnya gak diluluskan karena gak bayar iuran," paparnya

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help