Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo Diperiksa KPK Enam Jam

"Tanya ke penyidik saja," ujar Hadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo Diperiksa KPK Enam Jam
Kompas.com
Mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo enggan berbicara banyak usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan seluruh permohonan keberatan wajib pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil Pajak Penghasilan (SKPN PPh) BCA. Penyidik KPK memeriksa Hadi selama enam jam.

"Tanya ke penyidik saja," ujar Hadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Hadi mencoba menerobos kerumunan wartawan yang berebut melontarkan pertanyaan kepadanya. Hingga masuk ke dalam mobil yang ditumpanginya, Hadi tetap menjawab dengan kalimat yang sama. "Ke penyidik saja," kata Hadi.

KPK belum melakukan penahanan meski Hadi sudah setahun ditetapkan sebagai tersangka pada 21 April 2014. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Hadi menyatakan akan kooperatif selama proses penyidikan.

Hadi diduga mengubah telaah Direktur Pajak Penghasilan mengenai keberatan SKPN PPh BCA. Surat keberatan pajak penghasilan 1999-2003 itu diajukan BCA pada 17 Juli 2003 terkait non-performing loan (NPL atau kredit bermasalah) senilai Rp 5,7 triliun kepada Direktur PPh Ditjen Pajak.

Setelah penelaahan, diterbitkan surat pengantar risalah keberatan dari Direktur PPh pada 13 Maret 2004 kepada Dirjen Pajak dengan kesimpulan bahwa permohonan keberatan wajib pajak BCA ditolak. Namun, satu hari sebelum jatuh tempo untuk memberikan keputusan final BCA, 18 Juli 2004, Hadi memerintahkan agar Direktur PPh mengubah kesimpulan, yaitu dari semula menyatakan menolak diganti menjadi menerima semua keberatan.

Hadi kemudian mengeluarkan surat keputusan Dirjen Pajak yang memutuskan untuk menerima semua keberatan wajib pajak sehingga tidak ada cukup waktu bagi Direktur PPH untuk memberikan tanggapan atas kesimpulan yang berbeda itu. Namun, Hadi membantah mendapatkan imbalan dari BCA atas penerimaan keberatan wajib pajak tersebut.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help