Home »

News

KPK Vs Polri

Tim Pengacara Novel Baswedan : Apa Relevansi Rekonstruksi?

Penyidik KPK Novel Baswedan tidak didampingi pengacara saat ke Bengkulu oleh Bareskrim untuk melakukan rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan berat.

Tim Pengacara Novel Baswedan : Apa Relevansi Rekonstruksi?
Tribunnews.com/Edwin Firdaus
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan digiring anggota Bareskrim Mabes Polri, Jumat (1/5/2015). 

"Dari setiap apapun segmen fragmen rekonstruksi yang dilakukan, Novel punya hak membantah dan menolak dan menuangkannya dalam berita acara rekonstruksi karena pada dasarnya rekonstruksi adalah mencocokkan peristiwa," tegas Nurcholis.

Menurut keterangan yang dihimpun, rekonstruksi tidak jadi dilakukan malam ini tapi dilaksanakan besok. Novel menolak dilakukan rekonstruksi karena tidak didampingi pengacara.

Dalam perkara ini, Novel diduga keras melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seseorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan maupun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto.

Novel Baswedan dituduh pernah melakukan penembakan yang menyebabkan tewasnya seseorang pada 2004.

Pada Februari 2004, Polres Bengkulu menangkap enam pencuri sarang walet, setelah dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi di pantai, keenamnya ditembak sehingga satu orang tewas.

Novel yang saat itu berpangkat Inspektur Satu (Iptu) dan menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap melakukan langsung penembakan tersebut.

Pada 5 Oktober 2012, Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Dedi Irianto bersama dengan sejumlah petugas dari Polda Benkulu dan Polda Metro Jaya juga pernah mendatangi KPK untuk menangkap Novel saat Novel menjadi penyidik korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) tahun anggaran 2011.

Namun Pimpinan KPK menolak tuduhan tersebut karena menganggap Novel tidak melakukan tindak pidana dan bahkan mengambil alih tanggung jawab anak buahnya serta telah menjalani sidang di Majelis Kehormatan Etik dengan hukuman mendapat teguran keras. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help