KPK Vs Polri

Polisi Tak Izinkan Pengacara Dampingi Novel Baswedan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan tidak didampingi pengacara saat diterbangkan ke Bengkulu

Polisi Tak Izinkan Pengacara Dampingi Novel Baswedan
Antara
Sejumlah pegiat alumni perguruan tinggi yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi (GAK) melakukan aksi damai menuntut penyelamatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/5/15).

"Dari setiap apapun segmen fragmen rekonstruksi yang dilakukan, Novel punya hak membantah dan menolak dan menuangkannya dalam berita acara rekonstruksi karena pada dasarnya rekonstruksi adalah mencocokkan peristiwa," tegas Nurcholis.

Menurut keterangan yang dihimpun, rekonstruksi tidak jadi dilakukan malam ini tapi dilaksanakan besok. Novel menolak dilakukan rekonstruksi karena tidak didampingi pengacara.

Dalam perkara ini, Novel diduga keras melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seseorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan maupun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto.

Novel Baswedan dituduh pernah melakukan penembakan yang menyebabkan tewasnya seseorang pada 2004.

Pada Februari 2004, Polres Bengkulu menangkap enam pencuri sarang walet, setelah dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi di pantai, keenamnya ditembak sehingga satu orang tewas.

Novel yang saat itu berpangkat Inspektur Satu (Iptu) dan menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap melakukan langsung penembakan tersebut. (Antara)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help