KPK vs Polri

Pengacara: Budi Waseso Banyak Bohongnya Soal Novel

Perkataan Kabareskrim Mabes Polri disebut banyak bicara bohong soal Novel Baswedan.

Pengacara: Budi Waseso Banyak Bohongnya Soal Novel
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Perkataan Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Budi Waseso alias Buwas, disebut banyak bicara bohong soal Novel Baswedan.

Pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu, menyebut ada dua omongan Buwas yang bohong.

Kebohongan pertama yakni soal jumlah rumah Novel. Sebelumnya Buwas menyebut Novel punya lima rumah di kawasan Kelapa Gading.

"Itu bohong banget. Tadi Novel titip pesan bahwa itu demoralisasi. Rumah Novel itu cuma satu tempat dia ditangkap tadi. Dan rumah itu juga belum lunas," ucap Muji kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri.

Kemudian, kebohongan kedua Buwas adalah soal pendampingan pengacara terhadap Novel. Sebelumnya Buwas menyebut bahwa Novel sudah didampingi pengacara sejak awal pemeriksaan.

"Kami pengacara dari dini hari usai Novel diringkus sudah ada di Bareskrim. Tapi kami sama sekali tak bisa mendampingi Novel. Akses kami untuk bertemu Novel ditutup oleh penyidik polisi," ucap Muji.

Penyidik KPK, Novel Baswedan, diringkus polisi pada Jumat (1/5/2015) dini hari di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel diringkus dan dijadikan tersangka karena melakukan tindak pidana menganiaya tersangka sampai menyebabkan orang luka berat pada tahun 2004 lalu. Saat itu Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.

Perkara ini sebenarnya sudah pernah mencuat tahun 2012 lalu. Saat polisi dan KPK berseteru pertama kali. Saat itu Inspektur Jenderal Djoko Susilo dijadikan tersangka oleh KPK. Lalu tak lama polisi menetapkan Novel yang saat itu jadi penyidik kasus korupsi Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka.

Namun, saat itu kasus berhenti setelah SBY dalam pidatonya menyatakan bahwa penetapan Novel sebagai tersangka tidak tepat dalam hal waktu dan cara. SBY juga menyerahkan penanganan kasus Djoko Susilo kepada KPK. Dan Novel pun lolos. Tapi kini kasus itu lagi-lagi diungkit polisi di perseteruan KPK dan Polisi jilid 2 di tahun 2015 ini.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved