Properti

Selama 20 Tahun Rusunami Tak Boleh Dijual Lagi

Kepemilikan apartemen bersubsidi di Cengkareng, Jakarta Barat tidak boleh diperjualbelikan.

Selama 20 Tahun Rusunami Tak Boleh Dijual Lagi
shutterstock.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Direktur Utama PT Perumnas Himawan Arief Sugoto menegaskan kepemilikan apartemen bersubsidi di Cengkareng, Jakarta Barat tidak boleh diperjualbelikan.

Hal itu merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan unit rusunami yang dimasukan ke dalam program satu juta rumah murah.

"Selama 20 tahun tidak bisa dijual," ujar Himawan di groundbreaking, Rabu (29/4/2015).

Himawan memaparkan syarat lainnya adalah memiliki KTP DKI Jakarta. Hal tersebut sudah diatur melalui Peraturan Menteri Perumahan Rakyat tahun 2013 dan pengawasan akan dilihat Pemprov DKI.

"Pada saat serah terima HJB harus jadi penghuni di Jakarta dan punya KTP DKI Jakarta," ungkap Himawan.

Himawan menambahkan gaji makismal untuk mendapatkan rusunami bersubsidi adalah Rp 7 juta, dan belum memiliki rumah pertama.

Segala pengawasan dan mekanismenya akan diawasi penuh oleh Pemprov DKI, agar tidak ada penghuni gelap di apartemen bersubsidi.

"Pakai security card dan sebagainya, ini mekanisme baru, tujuannya untuk membutuhkan. Persyaratan bagi yang belum punya rumah," kata Himawan.

Perumnas sebagai pengembang mulai membangun rusunami cluster A8 Cengkareng dibangun diatas tanah seluas 4,97 hektare dengan total 5453 unit, 18 tower setinggi 24 lantai.

Dengan nilai investasi Rp 51 miliar per tower atau sekitar Rp 918 miliar. Dikerjakan dalam tiga tahap, dengan tahap awal 1600 unit untuk 5 tower yang pekerjaannya ditargetkan selesai tahun 2016.

Rusunami ini akan dibangun dalam berbagai tipe, yakni tipe 21, 30, 36, 45 dan 54. Tiap unit rusun dapat dibeli dengan harga Rp 9 juta per meter atau sekitar Rp 330 juta per unit.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved