Tinju Profesional

Ini Penyebab Tinju Profesional Indonesia Mati Suri

Mantan petinju Chris John mengatakan tinju profesional Indonesia sedang mati suri lantaran tidak ada promotor yang berminat mengemas atlet Tanah Air.

Ini Penyebab Tinju Profesional Indonesia Mati Suri
Kompas.com
Chris John. 

WARTA KOTA, PALEMBANG - Mantan petinju Chris John mengatakan, tinju profesional Indonesia sedang mati suri lantaran tidak ada promotor yang berminat mengemas atlet Tanah Air menjadi seorang bintang di atas ring.

"Tinju profesional Indonesia saat ini bisa dikatakan mati segan, hidup pun tak mau. Mengapa saya sebut demikian, karena saat ini sudah tidak ada lagi pertandingan walaupuan ada atlet profesionalnya," kata Chris John yang dihubungi dari Palembang, Kamis (30/4/2015).

Chris John mengatakan, kondisi ini cukup menyedihkan karena bidang tinju profesional ini sangat menjanjikan jika berkaca pada kesuksesan di beberapa negara.

Saat ini, dunia sedang menunggu pertandingan tinju profesional yang disebut-sebut terakbar pada abad ini yakni mempertemukan Floyd Mayweather Jr menantang Manny Pacquiao pada akhir pekan ini.

"Indonesia kini hanya menyisakan Daud Yordan setelah saya memutuskan pensiun tahun 2013. Daud pun saat ini sulit bertanding, belakangan karena tidak mendapatkan lawan tanding atau lebih tepatnya belum ada yang mau untuk mempromosikannya," kata Chris John.

Chris John tidak menampik, kunci berkembangnya tinju profesional itu terletak pada promotor, sementara di satu sisi, profesi ini belum begitu populer di Indonesia.

Meski sempat ramai pada era 1980-an hingga 1990-an, seiring dengan waktu, profesi promotor ini kemudian tergerus karena kurang padunya permintaan dan penawaran di dalam negeri, terkait dengan tayangan televisi, dan penjualan tiket.

"Ketika menggeluti profesional hingga 15 tahun, saya dibantu oleh promotor dari Australia. Jadi dialah yang mengatur semuanya, dan saya tinggal bertanding saja," kata Chris John.

Tapi, mantan juara dunia kelas bulu ini mengatakan, kondisi saat ini justru atlet profesionalnya yang binggung karena sudah latihan keras tapi tidak ada kesempatan untuk bertanding.

Menyikapi keadaan ini, Chris Jhon mengajak berbagai pihak terkait yang memiliki kepedulian terhadap olahraga tinju untuk memajukan tinju profesional.

"Saya pun ingin menjadi promotor jika melihat kondisi saat ini," kata Chris John.

Sebelumnya, petinju kebanggaan Indonesia Daud Yordan batal bertanding di Palembang, 26 April 2015, untuk perebutan juara dunia World Boxing Organization (WBO) atau Organisasi Tinju Dunia kelas ringan (61,2 kilogram) karena tidak mendapatkan lawan tanding. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help