Tahun Ini Nilai Investasi Peternakan Sapi di Indonesia Capai Rp 730 Miliar

Kementerian Pertanian mencatat sampai April 2015 ini, nilai investasi peternakan sapi yang dberikan investor sudah mencapai Rp 730 miliar.

Tahun Ini Nilai Investasi Peternakan Sapi di Indonesia Capai Rp 730 Miliar
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melihat-lihat sapi di PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Kabupaten Bogor, Jumat (27/3/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK-Minat investor dalam bisnis peternakan sapi di Indonesia pada tahun 2015 ini ternyata semakin tinggi. Besarnya potensi pasar serta sumberdaya alam dan agro-ekosistem Indonesia yang mendukung pengembangan industri peternakan sapi, rupayanya sangat menarik minat para investor. Kementerian Pertanian mencatat sampai April 2015 ini, nilai investasi peternakan sapi yang dberikan investor sudah mencapai Rp 730 miliar.

"Besaran nilai itu, diluar beberapa investor yang masih dalam tahap penjajakan dan penyiapan proposal usulan investasi. Nilai ini pasti bertumbuh terus sampai akhir tahun," papar Syukur Iwantoro, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dalam keterangan tertulisnya yang diterima Warta Kota, Senin (27/4/2015).

Menurut Syukur tingginya minat para investor tersebut, merupakan peluang bagi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen daging sapi terbesar di Asia.
Ia berharap nantinya industri sapi Indonesia tidak hanya mampu memasok pasar domestik namun juga pasar luar negeri.

"Ini menjadi bekal kita dalam pasar bebas Asean dan menjawab tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN," katanya.

Sementara Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, mengatakan besarnya minat investor harus direspon positif oleh semua pihak dan tidak hanya oleh Kementerian Pertanian saja. Menurutnya perlu keterlibatan dan dukungan berbagai instansi terkait, sehubungan dengan kewenangannya, agar semua kendala di industri sapi diminimalkan.

"Kementerian Pertanian sendiri telah melakukan langkah konkrit diantaranya memfasilitasi dan menjembatani minat investor dengan pelaku industri peternakan sapi," kata Amran.

Diantaranya, kata dia, dengan telah dilakukannya konsolidasi antara para investor, BUMN dan Pemerintah Daerah dan instansi terkait yang dipimpin oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, terkait industri peternakan sapi.

3 Cluster

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro menjelaskan pengembangan investasi peternakan sapi di Indonesia terbagi dalam 3 cluster. Yakni di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Cluster-cluster ini memerlukan pengkoordinasian lebih lanjut, karena masing-masing cluster memiliki pendekatan yang berbeda sesuai dengan peraturan daerah, kondisi alam, dan sosial budaya masyarakat setempat," paparnya.

Ia menuturkan untuk cluster di NTT, ada dua pendekatan pelaksanaan investasi peternakan sapi. Pertama, melalui optimalisasi pemanfaatan lahan milik BUMN. Kedua, kata Syukur melalui pendekatan dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat. Sedangkan di Propinsi Kalimantan Timur, kata Syukur investasi peternakan sapi dilakukan dengan model integrasi sapi-sawit dan sapi-nanas/pisang.

"Pada awal Mei akan dilakukan pertemuan antara Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Timur, dengan calon investor dan para pengusaha perkebunan sawit untuk membahas kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan," kata Syukur.

Sedangkan investasi peternakan sapi di Propinsi Sulawesi Selatan akan dilakukan dengan bekerjasama bersama Pemerintah Daerah yakni Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Selatan.

"Pemprov telah mengidentifikasi adanya 163 ribu hektar lahan hutan yang dapat dimanfaatkan untuk peternakan sapi," kata Syukur.

Syukur menambahkan, pada minggu keempat April, rencananya para investor dengan Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan, akan melakukan survey lahan bersama.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved