Bocah TK Disodomi

Kasus JIS: Bukti Visum Hasil Pemeriksaan Medis Tidak Valid

Apabila kondisi tersebut diakibatkan sodomi beramai-ramai, maka akan menimbulkan anus robek.

Kasus JIS: Bukti Visum Hasil Pemeriksaan Medis Tidak Valid
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA
Kelima terdakwa kasus kekerasan seksual di JIS. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Persidangan gugatan perdata terhadap Jakarta Intercultural School (JIS) senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun yang saat ini masih berlangsung memunculkan kejanggalan baru.

TPW, penggugat sekaligus orang tua MAK, mantan murid TK di JIS yang dituduh jadi korban sodomi, ternyata menggunakan keterangan medis yang didasari oleh pemahaman tidak konklusif yang secara tidak akurat digunakan untuk mendukung tuduhan sodomi terhadap anak penggugat.

Dalam kasus pidana terhadap petugas kebersihan di JIS, TPW menyatakan bahwa anaknya positif mengidap herpes genital yang disebabkan virus herpes simpleks 2 (HSV-2).

Tes tersebut yang dilaksanakan pada bulan Maret 2014 mengemukakan hasil positif terhadap pembentukan antibody IgM terhadap HSV-2 namun terbukti negatif untuk pembentukan antibody IgG terhadap HSV-2.

Dalam kesaksiannya, Profesor Kevin Baird dari Universitas Oxford menyatakan bahwa tes IgM memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan tidak serta merta membuktikan bahwa MAK terinfeksi HSV-2.

Profesor Baird menjelaskan lebih lanjut bahwa diperlukan tes IgG lanjutan untuk memverifikasi apakah benar MAK terinfeksi herpes atau tidak. Sementara pemeriksaan tersebut tidak pernah dilakukan.

Namun demikian, pengacara yang mewakili TPW dalam kasus perdata menyerahkan dokumen pendukung untuk memperkuat tuntutan mereka berupa hasil laboratorium dari RS Bhayangkara tertanggal 16 Juli 2014 yang menyatakan bahwa hasil tes IgG terhadap HSV-2 MAK negatif dengan hasil tes IgM di ambang batas positif.

Menurut Profesor Baird, hasil tes IgG kedua negative yang dilakukan empat bulan setelah tes pertama menunjukkan bahwa MAK tidak terinfeksi HSV-2.

Pada tanggal 7 April 2015, beliau memberikan kesaksian pada sidang perdata JIS sebagai berikut.

“MAK tidak terinfeksi herpes geital atau infeksi penyakit menular seksual lainnya,” dengan menggunakan hasil tes laboratorium RS Bhayangkara sebagai dasar pernyataannya.

Halaman
123
Penulis: Andy Pribadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help