Properti

Wiraland Kembangkan Pembangunan di Bidang Kuliner

Berdiri di atas tanah 1 hektar dengan luas bangunan 2.500 meter persegi, Wiraland Property Group meresmikan Eat Republic.

WARTA KOTA, PAMULANG - Berdiri di atas tanah 1 hektar dengan luas bangunan 2.500 meter persegi perusahaan properti Wiraland Property Group meresmikan Eat Republic.

Eat Republic diklaim sebagai pusat kuliner terbesar di Selatan Jakarta, yang berlokasi di seberang lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

"Untuk Eat Republic ini total investasi kami dibawah Rp 10 miliar," papar Anke Dwi Saputro, Marketing Communication Wiraland Property Group saat peresmian Eat Republic di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (23/4/2015).

Selain membangun pusat kuliner, Wiraland Property Group juga tengah menjalani pembangunan di kawasan yang diklaim sebagai pusat bisnis di Tangerang Selatan yang berada diatas tanah seluas 63 hektar.

Hanya saja sampai saat ini Wiraland Property Group baru selesai merampungkan pembangunan di bidang kuliner melalui Eat Republic.

"Jadi Central Business District (CBD) di Selatan Jakarta adalah visi kami. Semua lahan yang kami punya disini tidak dijual melainkan akan kami sewakan. Kami mengundang investor yang ingin berinvestasi dengan menyewa lahan disini," tutur Anke.

Strategis merupakan alasan Wiraland Property Group tak ingin menjual lahan miliknya. Tak hanya itu, investor yang akan dibukakan pintu bisnisnya, diakui Anke, bukanlah dari dunia perumahan, melainkan mereka yang memiliki brand-brand nasional maupun internasional dibidang gaya hidup, kuliner dan wisata.

"10 tahun kedepan ini kami memang fokus untuk mengembangkan lahan untuk bisnis food and beverage sama leisure area, tidak akan ada residence (perumahan) melainkan office. Nantinya juga akan ada taman untuk jogging dan agro wisata," papar Anke.

Harga sewa yang akan dibandrol dikatakan Anke belum tercetus secara final besarannya, hanya saja jika melihat harga tanah yang ada dikawasan tersebut, besar kemungkinan akan dikenakan biaya sewa Rp 15 juta permeter dikalikan satu bulan bagi investor yang ingin membuka bisnis.

"Sudah ada 10 brand dibidang food and beverage yang sudah mendaftar tapi semuanya masih tetap dalam proses, rencananya semua akan terisi dalam waktu tiga tahun kedepan. Sekarang ini masih dalam tahap pembangunan," kata Anke.

Kemantapan Wiraland mengatakan lahan tersebut berada dikawasan strategis lantaran diapit oleh tiga pintu tol yaitu tol Cijago, Tol Cinere, dan satu tol lagi yang menyambungkan pengendara ke arah bandara.

"Strategi pemasaran kami memang tidak menjual harga melainkan sewa dan kami rasa sistem seperti ini bisa menjadi win win solution bagi investor," ujar Anke.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help