Dalam Permendag 20 Sebutkan Boleh Membuat Toko Khusus Bir

Kepala KUMKMP DKI Jakarta menuturkan sebelum ada Permendag 20 yang menyebutkan boleh membuat sebuah toko khusus minuman beralkohol.

Dalam Permendag 20 Sebutkan Boleh Membuat Toko Khusus Bir
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BALAI KOTA - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Joko Kundaryo menuturkan, sebelum adanya Permendag nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol ada yang menyebutkan boleh membuat sebuah toko khusus minuman beralkohol.

"Di Permendag nomor 20 tahun 2013 sebelum perubahan Permendag nomor 6 itu ada. Jadi pemerintah yang menentukan lokasi-lokasinya dimana. Selama ini Pemda DKI belum pernah melakukan itu," kata Joko.

Menurutnya saat ini pihaknya sedang menunggu dari keputusan Kementerian Perdagangan. Selain itu, dalam pembuatan toko khusus minuman keras butuh kesepakatan dari para stake holder. Namun, yang terpenting yaitu jauh dari beberapa tempat.

"Seperti tempat ibadah, sekolah, gelanggang remaja dan rumah sakit. Itu harus jauh dari sana," tuturnya.

Menurutnya beberapa lokasi seperti Jalan Jaksa dan Jalan Kemang Raya tidak mungkin membuat toko khusus menjual minuman keras. Pasalnya, di lokasi itu sudah ada usaha restoran yang menjual minuman beralkohol.

"Dalam Permendag nomor 20 itu menyebutkan minimal toko memiliki ukuran 12 meter persegi untuk lokasi memajang barang dagangannya. Saat ini kita harus diskusi," tuturnya.

Saat ini belum ada investor yang ingin membangun toko khusus menjual minuman keras. Sehingga, wacana itu masih terus didiskusikan.

Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved