KPK Vs Polri

Bambang Widjojanto Berangkat ke Bareskrim Polri

Bambang Widjojanto berangkat ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat.

Bambang Widjojanto Berangkat ke Bareskrim Polri
Warta Kota/Henry Lopulalan
Wakil Ketua KPK non-aktif Bambang Widjojanto dilepas para koleganya di Komisi Pemberantasan Korupsi saat hendak berangkat ke Bareskrim Polri, Kamis (23/4/2015) siang. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif Bambang Widjojanto (BW) berangkat ke Bareskrim Polri pada Kamis (23/4/2015) siang.

BW ke Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.

"Nanti saja ya nanti di luar dari sana," kata Bambang Widjojanto saat keluar dari gedung KPK Jakarta diiringi oleh sejumlah pegawai KPK dengan lagu Maju Tak Gentar, Kamis (23/4/2015).

Menurut Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, pemanggilan Bambang Widjojanto kali ini untuk melengkapi berkas perkara sehingga kasus tersebut dapat segera diselesaikan.

"Saya mengikuti saja proses pemeriksaan dulu biar nanti tim lawyer di sana yang akan bicara seperti itu," kata Bambang Widjojanto.

Bambang Widjojanto juga mengaku akan meminta Berita Acara Pemeriksaan yang belum diberikan oleh penyidik.

"Ya nanti akan diminta lagi, mudah-mudahan lebih cepat lebih bagus," ungkap Bambang Widjojanto.

Bambang Widjojanto dalam kasus ini ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Januari 2015 dan disangka berdasar Pasal 242 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

Nnamun kemudian dalam surat panggilan ada tambahan dari Pasal 56 KUHP, yaitu mengenai ikut membantu perbuatan kejahatan.

Bambang Widjojanto sendiri dinyatakan non-aktif berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang dikeluarkan oleh Preisden Joko Widodo karena berdasarkan Pasal 32 ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK menyatakan bahwa:

Dalam hal Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tersangka tindak pidana kejahatan, diberhentikan sementara dari jabatannya. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved