BREAKING NEWS : Komjen BG Dilantik Wakapolri Secara Tertutup

Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti resmi melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri, Kamis (22/4/2015).

BREAKING NEWS : Komjen BG Dilantik Wakapolri Secara Tertutup
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Komisaris Jenderal Budi Gunawan hadir dalam sidang paripurna penetapan calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti resmi melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri, Kamis (22/4/2015). Pelantikan berlangsung tertutup.

"Kami sampaikan kepada masyarakat, kami sudah punya Wakapolri, Pak Budi Gunawan. Mohon doa restu, semoga pasangan ini bisa meningkatkan kinerja Polri secara keseluruhan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, acara pelantikan Budi Gunawan dilangsungkan di Lantai II Gedung Utama Mabes Polri.

Sejumlah perwira tinggi bintang tiga, bintang dua dan bintang satu hadir dalam upacara pelantikan tersebut.

Sedianya, pelantikan Budi dilangsungkan pada pukul 13.00 WIB. Namun, acara baru dapat diselenggarakan pukul 14.00 WIB. Sejumlah petinggi Polri sempat menunggu di ruangan tersebut.

Kapolri sebelumnya menjelaskan, sidang Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi sudah digelar pada Jumat (17/4/2015). Namun, keputusan tentang penunjukan Budi Gunawan sebagai Wakapolri baru didapatkan pada Selasa (21/4/2015).

Pelantikan tetap digelar meski Kepolisian belum melakukan gelar perkara bersama terkait kasus Budi. Gelar perkara itu untuk memutuskan apakah kasus yang dituduhkan kepada Budi dapat dilanjutkan atau tidak.

KPK sebelumnya merasa memiliki cukup bukti bahwa Budi terlibat kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.

Namun, hakim Sarpin Rizaldi memutuskan bahwa penetapan tersangka Budi oleh KPK tidak sah. KPK juga dianggap tidak berwenang mengusut kasus itu.

Dampaknya, KPK melimpahkan perkara Budi ke Kejaksaan Agung. Namun, kejaksaan melimpahkan ke Polri. (Fabian Januarius Kuwado)

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved