Properti

Penjualan Unit Rumah di Bogor-Depok Dasyat

Penurunan nilai jual rumah sebagian besar disebabkan peluncurkan rumah dengan harga lebih terjangkau.

Penjualan Unit Rumah di Bogor-Depok Dasyat
Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SENAYAN - Meskipun tingkat penjualan unit rumah di Jabodetabek secara keseluruhan relatif stabil, nilai penjualan selama semester dua tahun 2014 menurun.

Hal ini berdasarkan riset PT Cushman & Wakefield Indonesia yang dilakukan di perumahan Jabodetabek dengan luas wilayah pengembangan 30 Ha.

Dipaparkan oleh Arief Rahardjo, Head of Research and Advisory PT Cushman & Wakefield Indonesia, di kantor Cushman & Wakefiled di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Selasa (21/4), tingkat penjualan rumah pada semester 2 di Jabodetabek 99 unit per estate, 3 unit lebih rendah dibandingkan semester sebelumnya.

Sementara, nilai penjualan selama semester dua menurun Rp 9 Miliar dari Rp 146 Miliar menjadi Rp 137 Miliar.

"Penurunan nilai penjualan rumah ini sebagian besar disebabkan oleh banyaknya pengembang yang meluncurkan rumah dengan harga lebih terjangkau. Tujuannya untuk meningkatkan aktivitas penjualan selama semester 2 2014," kata Arief.

Secara keseluruhan, tingkat penjualan di Jabodetabek mencapai 93,2 persen. Pertumbuhan moderatnya sebesar 0,4 persen dari semester 1 yakni 92,8 persen.

Arief memaparkan, rata-rata tingkat hunian di Jabodetabek mengalami penurunan sebesar 0,6 persen dari 80,7 persen di semester 1 menjadi 80,1 persen di semester 2.

Ia juga menambahkan, dari segi area, hanya Jakarta dan Bogor-Depok yang mengalami pertumbuhan tingkat hunian positif. Tetapi, dilihat dari segi proporsinya, Bekasi masih memiliki tingkat hunian paling tinggi, yakni 85 persen. Diikuti oleh Tangerang 83,3 persen, Jakarta 82,1 persen, dan Bogor Depok sebesar 67,7 persen.

Arief menyebutkan, hal ini karena konsumen melihat akses yang lebih mudah dijangkau. Selain itu, juga kondisi geografisnya. Dimana, kontur di Tangerang relatif datar dibanding Bogor-Depok. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help