Home »

News

» Jakarta

Pedagang Kaki Lima

Kasatpol PP Jakut : Menertibkan PKL Tak Boleh Grubak-grubuk

Keberadaan PKL tak kunjung hilang di beberapa titik wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Tak hanya merusak pemandangan,

Kasatpol PP Jakut : Menertibkan PKL Tak Boleh Grubak-grubuk
Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi : Aksi anarkis Pedagang Kaki Lima (PKL) Monumen Nasional (Monas) membuat ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat, naik pitam. Alhasil, salah seorang pedagang yang diduga sebagai pembuat onar babak belur dihajar puluhan petugas penertiban di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) tak kunjung hilang di beberapa titik wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Tak hanya merusak pemandangan, lingkungan pun menjadi kotor dan kumuh.

Sudah seharusnya pemerintah mengantisipasi hal itu dengan menertibkan para PKL tersebut secara rutin. Tak hanya itu, diperlukannya penambahan personel petugas penertiban, agar maksimal dalam menertiban para PKL tersebut.

Namun, Kepala Satuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sophian Hadi, mengatakan, pihaknya merasa tak perlu untuk penambahan personel.

Mantan Camat Kemayoran ini juga mengaku hingga kini jumlah keseluruhan personel Satpol PP di wilayah Jakarta Utara berjumlah 668 personel.

"Saat ini anggota-anggota saya cuma ada 668 personel. Untuk mengatangasi para PKL di Jakarta Utara, saya rasa cukup-cukup saja begitu," ungkap Iyan Sophian Hadi saat dikonfirmasi Warta Kota, Sabtu (18/4/2015).

Menurut Iyan Sophian Hadi, dalam menertibkan PKL di seluruh wilayah Jakarta Utara, tidak mesti menambah personel.

Namun, kata dia, harus diperhatikan tata cara dalam menertikan para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) no 8 tentang ketertiban umum tersebut.

"Kalau dalam menertibkan PKL, itu kan bukan grabak-grubuk. Namun cara pendekatannya ke mereka harus diperhatikan. Mereka mau apa? Maunya bagaimana? Itu kita harus tahu lebih dulu," kata Iyan Sophian Hadi.

Kalau grabak-grubuk, kata Iyan Sophian Hadi, bagaimana terjadi hal yang tidak kita inginkan? Ya ada nanti berita duka dan uang duka.

Dalam penertiban, Iyan Sophian Hadi pun mengaku tak pernah menargetkan terkait total PKL yang akan ditertibkan.

"Toh kami lebih baik menertibkan lima PKL, dari pada berencana 1000 PKL tapi tak membuahkan hasil. Setiap kali penertiban, sering saya katakan untuk seluruh anggota, untuk bersikap biasa-biasa saja," kata Iyan Sophian Hadi. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help