Ujian Nasional 2015

Inilah Investigasi Transaksi Jawaban UN

Hasilnya ketika dicocokkan, kunci jawaban dengan petunjuk penggalan soal itu benar-benar keluar menjadi soal UN.

Inilah Investigasi Transaksi Jawaban UN
Warta Kota/Agustin Setyo Wardani

WARTA KOTA, PALMERAH - Meski sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan, masih ada saja jasa-jasa dari orang tidak bertanggungjawab yang memperjual kunci jawaban ujian nasional (UN) 2015.

Penelusuran Wartakotalive.com selama beberapa hari pelaksanaan UN di Jakarta, kunci jawaban ujian nasional dijual sebesar Rp 100.000-500.000 untuk satu orang.

Selain itu, cara penjualannya pun dari mulut ke mulut siswa melalui media pesan singkat seperti blackberry messenger, Line, maupun whatsapp messenger.

Kunci jawaban ini beredar di kalangan siswa-siswi SMA di Jakarta Timur baik sekolah negeri maupun swasta. Wartakotalive.com mulanya mendapatkan informasi ini dari seorang siswa SMA di Jakarta Timur.

Awalnya ditanyakan kepada siswa tersebut apakah dirinya mempunyai kenalan yang memiliki kunci jawaban. Rupanya, siswa tersebut langsung menjawab dirinya punya kenalan yang bisa memberikan kunci jawaban.

Ia kemudian memberikan pin BBM siswa lain yang mengaku bisa menyediakan kunci jawaban.

Budi, bukan nama sesungguhnya,  kemudian menawarkan sejumlah rupiah yang harus ditransferkan.

Ia mengatakan, harga kunci jawaban untuk satu orang sebesar Rp 100.000.

Jika sudah membayar, nanti pemesan kunci jawaban akan mendapatkan kunci jawaban untuk enam mata pelajaran yang diujikan.

Setelah mentransfer ke rekening, semalam sebelum UN, Budi mengundang orang-orang yang sudah melakukan pembayaran rekening ke dalam grup.

Di dalam grup, siswa-siswa tidak menggunakan nama aslinya, nama di display BBM mereka diganti dengan hanya kode , (koma), - (strip), atau bahkan . (Titik). Ada juga yang menggunakan sandi namanya.

Di malam yang sama, Budi mengirimkan pesan singkat kepada Wartakotalive.com yang menggunakan nama samaran seorang siswa SMA di Jakarta.

Bunyi pesannya adalah imbauan agar ketika mendapatkan kunci jawaban tidak memberikan ke orang lain dan tidak membocorkan.

"Jangan sampai bocor, pokoknya ini cuma buat lo doang, jangan lu kasih ke temen-temen angkatan lu," ujar Budi dalam pesan BBMnya kepada Wartakotalive.com, Minggu (12/4) malam.

Wartakotalive.com pun sempat menanyakan apakah kunci jawaban sudah pasti sama dengan soal yang keluar besok, Budi dengan yakin menjawab bahwa soal pasti sama. "Pasti sama, udah sellow aja," ujarnya.

Setelah mengiyakan dan membuat Budi percaya, akhirnya keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 atau 30 menit sebelum UN dimulai, seseorang lainnya dalam grup mulai memberikan kunci jawaban untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Isi dari BBM tersebut adalah kunci jawaban untuk lima paket soal yang mungkin muncul dalam UN. Kunci jawaban lengkap dengan petunjuk bacaan soal. Misalnya, petunjuk adalah penggalan bacaan soal dua nomor tertentu.

Setelah itu, baru di bawahnya ada jawaban berupa abjad A, B, C, D, atau E dengan urutan 1-10, 11-20, 21-30, 31-40, dan 41-50. Begitu seterusnya hingga UN berlangsung kemarin.

Tidak ada interaksi dalam grup itu antara sesama anggota grup.

Hanya seorang anggota grup yang setiap hari sekitar pukul 07.00 mempostingkan kunci jawaban.

Begitu UN telah selesai, sang admin grup langsung menghapus grup tersebut untuk menghapus jejak.

Namun, Wartakotalive.com sempat men-screenshoot isi grup.

Namun, Wartakotalive.com saat itu tidak bisa membuktikan bahwa jawaban itu benar karena tidak memiliki akses untuk bisa melihat dan mencocokan soal.

Wartakotalive.com baru bisa membuktikan bahwa kunci jawaban tersebut sama dengan naskah UN karena di hari terakhir UN, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengadakan konferensi pers dan membawa contoh-contoh soal UN 2015.

Hasilnya ketika dicocokkan, kunci jawaban dengan petunjuk penggalan soal itu benar-benar keluar menjadi soal UN.

Hal ini membuktikan bahwa soal UN tersebut benar-benar bocor dan melihat begitu mudahnya akses mendapatkan kunci jawaban ini, bukan tidak mungkin siswa-siswa lain di seluruh sekolah di  DKI Jakarta mendapatkannya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved