Properti

Pemandangan dan Tinggi Lantai Pengaruhi Harga Unit Apartemen

Perbedaan harga unit di dalam satu bangunan apartemen adalah hal lumrah. Adanya perbedaan pemandangan dan tinggi lantai

Pemandangan dan Tinggi Lantai Pengaruhi Harga Unit Apartemen
Warta Kota/feryanto hadi

WARTA KOTA, JAKARTA - Perbedaan harga unit di dalam satu bangunan apartemen adalah hal lumrah. Selain karena besaran unitnya, pemandangan dan tinggi lantai juga memengaruhi selisih harga tiap unit.

Wakil Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukito Pranowo mengatakan, tidak ada patokan baku untuk perbedaan harga. Biasanya, harga unit termahal dalam satu apartemen ada di lantai tengah.

"Bedanya harga bervariasi pada tiap apartemen. Misalnya unit-unit dengan harga rendah di bawah Rp 1 miliar, beda harganya Rp 10 juta sampai Rp 20 juta," ujar Lukito kepada Kompas.com, Sabtu (11/4/2015).

Ia melanjutkan, pada unit-unit apartemen dengan kisaran harga di atas Rp 5 miliar, selisih harganya bisa mencapai Rp 100 juta. Selisih harga ini ditentukan oleh pemandangan unit apartemen tersebut, misalnya menghadap kolam renang, kota, atau pegunungan.

Menurut Lukito, tidak semata-mata semakin tinggi apartemen akan semakin mahal unitnya. Sebaliknya, harga unit yang paling mahal justru berada di tengah-tengah, bukan di lantai teratas.

"Contohnya apartemen menghadap ke pool (kolam renang), kalau terlalu tinggi, enggak terlalu kelihatan juga kolam renangnya," sebut Lukito.

Meskipun demikian, banyak juga apartemen yang mematok harga termahal untuk unit yang berada di lantai teratas. Contohnya, apartemen Foresque di Jakarta Selatan. Unit di lantai 18-23 dengan luas 81,6 meter persegi harganya Rp 2,4 miliar. Dengan luas yang sama, unit di lantai bawah atau lantai 1, 2, 3, 5, dan 6 seharga Rp 2,35 miliar. Sementara di lantai 7, 10, 11 harganya Rp 2,37 miliar.

Ia menyebutkan, calon pembeli justru mencari unit yang tidak terlalu tinggi. Alasannya, penghuni cenderung keberatan jika harus menunggu lift terlalu lama. Kecuali, tambah Lukito, jika pengembang apartemen menyediakan fasilitas pendukung berupa lift yang lebih banyak.

Di Jakarta, khususnya, penghuni apartemen didominasi oleh pekerja yang sibuk. Dengan demikian, jika tinggal di unit apartemen yang tinggi, akan membutuhkan waktu untuk naik atau turun lebih lama dibandingkan jika tinggal di unit apartemen dengan lantai lebih rendah.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved