Home »

News

» Jakarta

Pedagang Kaki Lima

PKL Ancol Barat I: Kami Sering Bayar Kenapa Ditertibkan?

Sebanyak 40 lebih lapak PKL di Jalan Ancol Barat I, RW 01 dan 02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ditertibkan.

PKL Ancol Barat I: Kami Sering Bayar Kenapa Ditertibkan?
Panji Baskhara Ramadhan
Sebanyak 40 PKL di sepanjang Jalan Ancol Barat I, RW 01 dan 02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ditertibkan paksa oleh 80 personel lebih Satpol PP Kecamatan Pademangan lantaran berdiri di atas saluran air. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN - Sebanyak 40 lebih lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ancol Barat I, RW 01 dan 02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ditertibkan.

Para PKL pun sempat menuturkan protes lantaran sering membayar diduga oknum RT dan RW setempat. Sebanyak 80 personel Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Pademangan, Rabu (8/4/2015), yang ditugasi menertibkan.

"Kami sudah bayar tau gak! Kenapa ditertibkan kaminya. Kami bayar ke pihak RT Rp 150.000, ke RW setempat Rp 150.000! Itu perbulan! Bayar uang sewa lapak aja udah kesulitan, kami malah ditertibkan! Biadab itu!" ucap Silaen (44), yang merupakan tukang tambal ban.

Lapak tambal bannya pun dibongkar petugas. Hal itu sempat membuat kedua anaknya yang masih kecil menangis histeris.

Sembari menggendong anaknya, Silaen pun berharap ke pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara, untuk memecat pihak RT dan RW setempat.

"Kalau kami diusir saya minta yang suka mungut-mungut biaya sewa lapak buat kami ditangkap! Kalau perlu dipecat sekalian!" kata Silaen.

Hal senada dituturkan Junaedi (40), PKL warung rokok dan minuman ringan. Ia mengaku kecewa terhadap pihak RT RW setempat. Pasalnya, selain dirinya sering membayar sewa, ia tetap tidak terima para petugas menertibkannya.

"Pembohong itu. Saya kecewa. Saya kira aman-aman saja jualan di sini. Rp 300.000 per bulan saya di sini bayar. Kalau PKL yang jualan di dalam (kawasan rumah warga) itu Rp 15.000. Nah kalau saya ini kan akses mau ke Ancol lokasi dagangnya, ya mahal. RT Rp 150.000, dan RW-nya Rp 150.000. Rugi dong saya," ujar Junaedi.

Wakil Camat membantah

Wakil Camat Pademangan, Abdul Chalik berdalih dan menyakini tak ada pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum pihak RT dan RW setempat.

Namun, apabila ada, kata Abdul, berharap para warga atau PKL langsung melaporkan hal itu ke pihak kelurahan setempat.

"Kalau memang ada, berarti dugaan pihak RT dan RW setempat di sini melakukan tindak pungutan uang sewa lapak PKL kami pecat langsung. Karena sudah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) 168 tahun 2014 tentang penyalahgunaan pedoman RT RW, dan akan dikenakan sanksi pencopotan," kata Abdul Chalik. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help