Bocah TK Disodomi

JIS Duga Ada Permainan Ganti Rugi Uang Rp 1,6 Triliun

Harry Ponto menilai ada dugaan rekayasa dalam kasus kekerasan dalam dunia pendidikan.

JIS Duga Ada Permainan Ganti Rugi Uang Rp 1,6 Triliun
Warta Kota/Bintang Pradewo
Konferensi pers JIS di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (8/4). 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Kuasa hukum Jakarta Internasional School (JIS)‎, Harry Ponto, menilai ada dugaan rekayasa dalam kasus kekerasan dalam dunia pendidikan.

Pasalnya, dalam beberapa kesempatan orang tua pelapor menggugat JIS sebesar 125 juta dolar AS atau senilai Rp1,6 triliun.

Padahal, pertama kali ibu korban pada 21 April 2014 lalu hanya meminta uang ganti rugi sebesar 12 juta dolar AS.

Setelah melihat referensi hukum, pihak JIS tidak ingin menggantinya. Ada informasi yang menyarankan kepada pihak JIS untuk membayar orang tua murid sebesar 13,5 juta dolar.

Namun, karena memang tidak ada biaya sehingga tidak dibayarkan.

"‎Pada bulan Mei 2014, bu pertama merubah gugatannya menjadi 125 juta dolar AS atau senilai Rp 1,6 triliun," ucapnya.

Saat itu, kata dia, masih persidangan terhadap cleaners yang bekerja di JIS. Namun, itu ditolak oleh pihak JIS.

Oleh sebab itu, orang tua korban pertama melaporkan dua guru JIS lainnya. Karena menilai kalau cleaners bukanlah dari karyawan JIS melainkan outsourching.

"Mungkin memang mau menutup JIS dan ada maksud dibalik ini," tuturnya.

Tidak ada unsur sodomi
Sementara itu, kuasa hukum JIS lainnya, ‎Patra M Zein menantang para ibu korban untuk membuktikan kekerasan tanda-tanda sodomi yang dilakukan oleh pihak JIS.

Halaman
12
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help