Tunjangan Profesi Guru Harus Dicairkan Paling Lambat 16 April 2015

Tunjangan profesi guru 2015 sudah dicairkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tunjangan Profesi Guru Harus Dicairkan Paling Lambat 16 April 2015
Warta Kota/Istimewa
Ilustrasi uang rupiah. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Tunjangan profesi guru (TPG) 2015 sudah dicairkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Adapun pembayaraan TPG PND daerah dialokasikan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) kemudian ditransfer ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) melalui mekanisme transfer daerah.

Sumarna Surapranata, Direktur Pendidik Tenaga Kependidikan Kemendikbud, menyampaikan TPG telah dicairkan.

Menurut data Kemendikbud, dari total 109.869 orang pemilik sertifikat profesi guru bukan PNS, sebanyak 57 persen sudah terbit Surat Keputusan Tunjangan Profesi-nya. Sementara sisanya masih divalidasi.

"Sedangkan dari sebanyak 990.482 orang gutu pemilik sertifikat profesi guru PNS daerah, Kemendikud sudah menerbitkan SKTP bagi 775.376 orang atau 78 persennya. Sisanya, masih dalam menunggu divalidasi," kata Pranata, panggilan akrab Sumarna, Senin (6/4/2015) pagi di Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Pranata mengatakan, petunjuk teknis penyaluran TPG PNS daerah melalui mekanisme transfer daerah dari kas negara ke kas daerah dilakukan empat kali dalam setahun.

Besarannya, 30 persen pada triwulan satu, 25 persen pada triwulan kedua, 25 persen pada triwulan ketiga, dan 20 persen pada triwulan keempat.

"Rentang waktu pembayaran Januari-Maret dibayar awal April, periode kedua April-Juni dibayarkan Juli, periode ketiga Juli-September dibayarkan Oktober, dan periode keempat Oktober-Desember dibayarkan pada Januari 2016," kata Pranata.

Adapun penyalurannya kepada guru, Pranata menyebut, paling lambat pada 16 April 2015.

Di Jakarta, Posma Marbun, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengatakan, belum menerima pencairan dari pusat.

Halaman
123
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved