Home »

News

» Jakarta

Pencurian

Tiga Pelaku Curas Ini Diancam Penjara 9 Tahun

Pelaku sudah melakukan aksinya lebih dari 30 kali sejak tahun 2011

Tiga Pelaku Curas Ini Diancam Penjara 9 Tahun
Kompas.com
Ilustrasi penjara. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Dony Dermawan alias Brongos (35), tak berkutik, saat dibekuk Satuan Jatanras Polres Metro Jakarta Utara, di pertigaan lampu merah Mambo yang menghubungkan Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, dan Jalan Sulawesi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/4) dini hari tadi.

Diketahui, Dony dibekuk lantaran telah melakukan tindak pencurian yang disertai kekerasan, pemerasan, dan pengancaman. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Azhar Nugroho, mengaku pelaku mencari korbannya yang kebanyakan adalah supir truk kontainer atau sopir mobil box tertutup.

"Pelaku mengincar truk atau sejenis mobil box yang kerap melintas di pertigaan tersebut. Rata-rata kendaraan yang diincar adalah kendaraan yang berasal dari kawasan pergudangan sekitar Cakung Cilincing dan Pelabuhan Tanjung Priok dan penumpang angkutan umum," papar Azhar Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (3/4)

Pelaku, kata Azahar, sudah melakukan aksinya lebih dari 30 kali sejak tahun 2011. Tak hanya itu, pelaku tak segan-segan melukai korban saat beraksi.

"Pelaku dikenal sadis dan kerap melukai korbannya yang tidak mau memberikan uang ataupun barang dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau," ujarnya.

Dony, diketahui melakukan aksinya tidak sendirian. Dony beraksi dengan dibantu oleh tiga temannya, yakni Riki Kurniawan, Dimas Muksin, Peri Haris Santoso.

Tak hanya itu, Azhar juga menjelaskan, terakhir diketahui Dony dan komplotannya melakukan pemerasan pada 26 Oktober 2014 lalu. Saat itu para pelaku melakukan pemerasan dalam Bus Prima Jasa jurusan Tanjung Priok-Merak.

"Korban saat itu sedang duduk di bangku barisan paling belakang. Lantaran kondisi bus sedang sepi, Dony dan teman-temannya langsung duduk di samping dan di depan korban. Hal itu untuk menghindari kecurigaan penumpang lainnya dalam melakukan pemerasan," tuturnya.

Korban, terang Azhar, langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. "Korban juga merasa takut dengan ancaman para pelaku. Korban diancam dibunuh apabila korban berani melaporkan tindakan kejahatan tersebut ke Polisi.

"Saat kita tangkap oleh anggota Jatanras, Dony dan kawan-kawannya juga kedapatan sedang memalak supir truk kontainer yang baru saja keluar dari pintu Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok," katanya.

Barang bukti yang berhasil disita oleh pihak kepolisian yakni, ‎ berbagai pisau lipat dan pisau dapur, satu unit handphone Samsung warna hitam, satu unit handphone Huawei warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 600.000.

Azhar mengungkapkan pelaku dapat memperoleh uang sejumlah Rp 200.000 hingga Rp 500.000 dalam melakukan aksinya. "Saat diinterogasi para pelaku mengakui sudah melakukan aksinya sebanyak 18 kali pada tahun 2011, 4 kali pada tahun 2012, 2 kali pada tahun 2013, 3 kali pada tahun 2014, dan 3 kali pada 2015‎," ungkapnya.

Atas aksinya tersebut, Doni dan kawan-kawannya dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) junto Pasal 368 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help