Kantor Pemuda Pancasila di Kota Depok Dirusak

Mereka juga mencuri semua barang-barang di dalam markas mulai dari dokumen, komputer dan semua bangku serta meja di dalam markas.

Kantor Pemuda Pancasila di Kota Depok Dirusak
Warta Kota/budi sam law malau
Unit I Resmob Polda Metro Jaya menggelar olah TKP kasus pengrusakan Kantor Pemuda Pancasila Kota Depok, di Jalan KSU, Kampung Serab RT 2/5, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (1/5/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Kasus pengrusakan dan pembongkaran Kantor Pemuda Pancasila (PP) Kota Depok sekaligus penyerobotan lahan dimana markas itu berdiri, yakni di Jalan KSU, Kampung Serab RT 2/5, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, oleh sejumlah anggota TNI, Rabu (31/12/2014) lalu, berbuntut panjang.

Ketua PP Kota Depok, Rudi Samin, selaku pemilik lahan dan bangunan dimana Kantor PP Kota Depok itu berdiri, melaporkannya ke Polda Metro Jaya, Minggu (29/3/2015) lalu.
Atas laporan itu Unit I Subdit Resmob Polda Metro Jaya akhirnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi lahan, Rabu (1/4/2015) siang.

Rudi Samin mengatakan pihak yang dilaporkan olehnya ke Polda Metro Jaya atas kasus pencurian, pengrusakan dan penyerobotan lahan seluas 45 hektar yang terjadi 31 Desember 2014 lalu itu adalah Ronny Mariolkosu, mantan guru SDN di Kota Depok atau mantan PNS Kota Depok. Pelaporan ke Polda Metro Jaya, tercatat dalam Nomor laporan TBL/1171/III/2015/PMJ/Ditreskrimum.

Saat peristiwa pengrusakan akhir Desember 2014 lalu itu, kata Rudi, ratusan aparat TNI bersenjata laras panjang merusak kantor atau Markas PP Kota Depok, di Kampung Serab RT 2/5, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok.

"Mereka juga mencuri semua barang-barang di dalam markas mulai dari dokumen, komputer dan semua bangku serta meja di dalam markas. Setelah itu bangunan dua lantai markas kami, juga di bongkar paksa. Kami tak berdaya melawan saat itu," kata Rudi di lokasi kejadian saat olah TKP digelar Resmob Polda Metro, Rabu (1/4/2015) siang.
Bukan itu saja, menurut Rudi, Kantor PKPI yang ada di sebelah Kantor PP Kota Depok juga dibongkar.

Padahal menurut Rudi, sesuai penetapan Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok pada September 2013 lalu, lahan seluas 45 hektar dimana Kantor PP Depok berdiri sudah dinyatakan adalah miliknya sebagai ahli waris.

"Karenanya dalam hal ini TNI telah dimanfaatkan oleh orang ketiga yang ingin menguasai tanah saya. Dia adalah saudara Ronny Mariolkuso, mantan Guru SDN di Depok. Karenanya saya melaporkan dia ke Polda Metro Jaya," kata Rudi.

Kanit I Subdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Podiman Togatorop menuturkan olah TKP yang dilakukan pihaknya ini berdasarkan laporan adanya pencurian, pengrusakan dan penyerobotan lahan dengan nama terlapor Ronny Mariolkosu.

"Kami cek ke lapangan atas laporan ini. Hasil pengecekan, memang ada bekas bangunan yang dibongkar di atas lahan yang diduga diserobot. Ke depan kami masih akan dalami lagi kasus ini," kata Podiman.

Menurut Podiman usai melakukan olah TKP, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi terkait, termasuk terlapor Ronny serta saksi saat peristiwa pengrusakan terjadi Desember 2014 lalu.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved