Ahok vs DPRD DKI

Pak Harto Bisa Lengser, Apalagi Ahok

Anggota Fraksi PPP DPRD DKI Maman Firmasyah, yakin Ahok tidak akan bisa mempertahankan kursi jabatannya dengan cara apapun

Pak Harto Bisa Lengser, Apalagi Ahok
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan surat penolakan DPRD menerbitkan Perda APBD 2015, di Balai Kota, Senin (23/3/2015). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Anggota Fraksi PPP DPRD DKI Maman Firmasyah, yakin Ahok tidak akan bisa mempertahankan kursi jabatannya dengan cara apapun. Apalagi jika Ahok terbukti bersalah melanggar UU, seperti yang dituduhkan Panitia Hak Angket DPRD. "Pak Harto (Soeharto) saja bisa lengser, apalagi Ahok," kata Maman di Gedung DPRD DKI, Senin (30/3).

Dia merujuk kepada mendiang Presiden Soeharto yang dipaksa mundur pada 21 Mei 1998 oleh demonstrasi rakyat dan mahasiswa walau pernah berkuasa selama 32 tahun. Menurut Maman, Fraksi PPP DPRD DKI dipastikan akan mendukung dilakukannya pemakzulan terhadap Ahok jika dari hasil penyelidikan, Pansus Hak Angket DPRD memutuskan bersalah pada Ahok.

"PPP secara bulat mendukung penuh HMP. Tak ada jabatan yang abadi," tambah Maman usai penyampaian laporan Panitia Hak Angket ke pimpinan DPRD.

Sementara itu, anggota Hak Angket Prabowo Soenirman mengatakan, saat ini panitia Hak Angket sedang melakukan persiapan untuk mengumumkan hasil Tim Angket dalam sidang paripurna yang kemungkinan akan digelar Rabu (1/4) besok. "Sudah tidak ada rapat lagi. Saat ini kita sedang persiapan untuk rapat paripurna. Kemungkinan Rabu besok," kata Prabowo, kemarin.

Rapat Hak Angket terakhir Jumat pekan lalu beragendakan mendengarkan keterangan pakar keuangan negara Sumardjio. Keterangan Sumardjio melengkapi keterangan yang telah disampaikan pakar-pakar sebelumnya, yakni dua pakar Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin dan Margarito Kamis; dan dua pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing dan Tjipta Lesmana.

Pemberian keterangan oleh para pakar itu menutup proses rapat angket yang telah berjalan sejak awal Maret.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help