Gaji Juru Parkir Sesuai UMP, Tapi Ada Syaratnya

Juru parkir di DKI bisa digaji sesuai dengan UMP kalau pendapatan parkir sesuai dengan target.

Gaji Juru Parkir Sesuai UMP, Tapi Ada Syaratnya
dok. google
Ilustrasi/Juru parkir 

WARTA KOTA, KELAPA GADING - Kepala Unit Pelayanan (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, mengaku dapat menggaji juru parkir sebesar dua kali Upah Minimun Provinsi (UMP), apabila pendapatan parkir sesuai target.

"Pembayaran juru parkir saat ini berdasarkan persentase dari pendapatan operator. Komitmen dari operator, gaji juru parkir dua kali UMP. Tapi dilihat dulu dari pendapatan operator. Hitungannya 70-30 persen. 30 persen untuk pemerintah, 70 untuk operator," ujarnya di Warung Teko, Jalan Boulevard Raya Blok WA, 02/34, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/03).

Berdasarkan pendapatan operator sebesar 70 persen tersebut, akan dialokasikan untuk biaya investasi alat, operasional, dan termasuk juga gaji juru parkir.

"Saat ini, pendapatan parkir di Jl. Boulevard Raya diperkirakan sebesar Rp 4,7 juta per hari. Data tersebut sebelum diberlakukan parkir meter. Bahkan untuk Jalan Sabang, Jakarta Pusat, masih belum bisa diberikan gaji dua kali UMP untuk juru parkir sebanyak 40 orang.

"Pendapatan parkir rata-rata per hari sebesar Rp 15 juta dari hasil parkir meter untuk di Jalan Sabang. Makanya belum bisa dua kali UMP untuk para jukir. Kalau jukirnya 20 orang saja baru bisa dua kali UMP. Nah untuk di Jalan Boulevard Raya, kita mendata ada 280 juru parkir. Kalau dgaji dua kali UMP, bisa dibayangkan berapa pendapatan yang harus dihasilkan," terang Sunardi.

Diketahui, Jajaran Unit Pelayanan (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, bersama perwakilan enam bank, meresmikan 90 Terminal Parkir Meter (TPE), di Jalan Boulevard Raya. Peluncuran parkir meter ini secara simbolis diresmikan dan disaksikan sejumlah pejabat, diantaranya perwakilan Kedutaan Besar Swedia.

Untuk menggunakan parkir elektronik ini, pengendara tidak lagi menggunakan uang koin. Tetapi, menggunakan uang non tunai atau menggunakan kartu dari enam bank, yakni Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Mega, Bank BRI dan Bank BCA.

Cara mengoperasikan mesin parkir ini pun mudah. Pengguna dapat menempelkan kartu pada reader di mesin parkir meter, dan pilih tipe kendaraan.

Setelah itu, input nomor polisi dan input durasi atau estimasi parkir, lalu total biaya parkir. Setelah itu, klik tombol centang agar struk keluar dari mesin parkir meter.

Cara pembelian kartu elektronik tersebut, pengguna parkir bisa mendapatkannya di seluruh kantor cabang masing-masing bank, serta merchant mitra bank terkait.

Untul lokasi isi ulang (Top Up), pengguna parkir bisa langsung ke kantor cabang masing-masing bank, ATM masing-masing bank dan merchant mitra bank terkait. Uang elektronik Rp 40 ribu dengan rincian saldo Rp 20 ribu, harga kartu Rp 20 ribu. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved