Palyja Ajukan Banding Putusan PN Jakarta Pusat

PT Palyja akan mengadukan banding terkait putusan PN Jakpus yang menyatakan PKS PDAM Jaya dan swasta harus dihentikan.

Palyja Ajukan Banding Putusan PN Jakarta Pusat
Tribunnews.com
Petugas memeriksa pipa Palyja. 

WARTA KOTA, PALMERAH— PT Palyja akan mengadukan banding terkait putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyatakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PDAM Jaya dan swasta harus dihentikan.

Pihaknya pun mengaku tetap menghormati putusan tersebut, namun juga kecewa.

"Kami PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta, hari ini mengumumkan bahwa PALYJA menghormati Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kendati kecewa akan Putusan mengejutkan tersebut," kata Meyritha Maryanie, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head, PT Palyja, dalam rilis yang diterima Warta Kota, Rabu (25/3/2015).

Dia mengatakan, PKS pengelolaan air di Jakarta  sudah berjalan selama 17 tahun.

Pihaknya, lanjut Meyritha, telah memutuskan untuk mengajukan banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Karena itu, PKS PALYJA tetap berlaku penuh sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap.

"Berdasarkan hukum Indonesia, pengajuan banding atas putusan ini menangguhkan pelaksanaan dari putusan tersebut," katanya.

Meyritha mengatakan, bahwa sejak awal kerjasama di tahun 1998, jumlah penduduk yang dilayani telah meningkat sebanyak 1,5 juta jiwa dan telah mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2014.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help