Belanja Online

Cari Tahu Dulu, Baru Bertransaksi

Tiga dari lima responden menyatakan tidak bisa melihat produk secara langsung sebagai kelemahan transaksi daring.

Cari Tahu Dulu, Baru Bertransaksi
Kompas
Hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pekan lalu. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Transaksi daring atau jual beli online di Ibu Kota dan sekitarnya akan terus meningkat seiring solidnya kekuatan kelompok menengah plus memadainya infrastruktur pendukung. Supaya terhindar dari kekecewaan dan penipuan, konsumen yang dituntut mencari tahu seluk-beluk transaksi daring dan situs-situs belanja terpercaya.

Dahulu, aktivitas belanja dilakukan secara langsung. Pembeli bertemu muka langsung dengan penjual. Sekarang, satu dari warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak perlu harus bertatap muka dengan penjaga toko. Mereka berbelanja daring. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pekan lalu.

Pada masa mendatang, peminat aktivitas jual beli daring bisa terus bertambah seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Aneka tablet dan telepon pintar alias smartphone kian lekat dengan genggaman warga kota. Catatan Kompas menunjukkan, pengguna internet terus meningkat, terutama di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Pada akhir 2015, populasi pengguna internet aktif di seluruh negeri ini diproyeksikan mencapai 93,4 juta orang.

Selain kemajuan teknologi, membesarnya masyarakat kelas menengah turut mendorong transaksi daring. Menurut laporan Boston Consulting Group yang dipublikasikan tahun 2013 lalu, Ibu Kota dan sekitarnya menjadi salah satu titik konsentrasi kelompok menengah ke atas di Indonesia. Golongan ini bertambah 69 persen, dari 18 juta jiwa pada 2012 dan diperkirakan menjadi 30 juta jiwa pada akhir 2020. Kelompok inilah, dengan kekuatan ekonomi dan kemampuannya menjangkau teknologi informasi, akan menjadi pasar bagi pelaku usaha yang lewat daring.

Praktis
Bagi warga Ibu Kota yang pernah bertransaksi lewat daring, efisiensi waktu dan kepraktisan diakui sebagai keunggulan utama jual beli dengan cara ini. Hampir separuh responden mengaku irit waktu untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. "Biar cepet aja, tinggal pilih dan langsung beli," kata Robet (33).

Pelanggan juga tak perlu keluar rumah menembus kemacetan jalan untuk membawa pulang hasil belanja. Para pelanggan umumnya cukup memilih produk berdasarkan foto yang dipajang di situs internet. Setelah menentukan barang yang cocok dengan selera dan kantong, pelanggan diminta mengisi data diri dan dilanjutkan dengan proses pembayaran. Setelah itu, barang akan diantar sampai ke alamat sesuai yang diberikan para pembeli.

Dibandingkan produk lainnya, tiket transportasi dan penyewaan kamar hotel dirasakan paling cocok untuk dijualbelikan secara online. Apalagi, saat ini promo-promo tiket via daring sangat ditunggu-tunggu kelompok masyarakat pencinta wisata. Bahkan, tiket mudik Lebaran tahun depan pun bisa diperoleh dengan harga murah jika membeli lewat daring.

Setelah tiket, transaksi daring untuk produk fashion, seperti pakaian, sepatu, tas, dan aksesori, juga diminati. Ada pula sekelompok responden yang gemar membeli alat-alat elektronik lewat daring.

Selain pelanggan diuntungkan dari sisi kepraktisan, pengusaha juga mendapatkan keuntungan dengan berjualan lewat daring. Biaya operasional bisa ditekan karena minimnya biaya sewa kantor dan perawatan. Hanya dibutuhkan gudang penyimpanan untuk menempatkan barang. Tak heran, produk yang dijual dalam transaksi ini bisa lebih murah dibandingkan di toko konvensional.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help