Kasus TrioMacan2000

Raden Nuh @triomacan2000 Tak Hadiri Sidang Perdana

Sidang pertama kasus pemerasan yang melibatkan pemilik akun Twitter @triomacan2000 terhadap petinggi PT Telkom tidak dihadiri Raden Nuh

Raden Nuh @triomacan2000 Tak Hadiri Sidang Perdana
Tribunnews.com
Raden Nuh ditangkap 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Dalam sidang pertama kasus pemerasan yang melibatkan pemilik akun Twitter TrioMacan2000 terhadap petinggi PT Telkom di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015) tidak dihadiri oleh Raden Nuh. Hanya ada dua terdakwa yaitu Harry Koes dan Edi Syahputra yang dijerat pasal berlapis atas tindak pidana pemerasan terlihat menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hukum, Edi Sucipto‎.

Proses persidangan yang dilangsungkan pada pukul 16.30 WIB. ‎Sebelum persidangan dimulai, pernyataan keberatan yang diserahkan Nuh ke Jaksa Penuntut Umum tersebut disampaikan ke ketua mejelis hakim Edi Sucipto.‎ Raden Nuh menolak hadir karena dia merasa persidangan tidak sesuai dengan KUHAP.

"Menyampaikan keberatan untuk memenuhi undangan persidangandengan alasan undangan sidang itu tidak berdasarkan KUHAP," kata Edi membacakan surat pernyataan keberatan Raden Nuh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).

Menanggapi hal tersebut, hakim Edi kembali meminta JPU untuk segera melakukan pemanggilan langsung kepada terdakwa yang saat ini mendekam di Rutan Cipinang tersebut. Pasalnya, pihak Majelis Hukum ingin mendengar langsung keinginan terdakwa.

"Jadi panggilan itu langsung saja kepada si terdakwa, jangan melalui petugas Rutan, supaya saudara memahami maunya dia juga. Jadi kalau penuntut umum ngotot dia ngotot‎ kan susah juga. Dijelaskan juga nanti seandainya persidangan tidak dijalankan rugi dia juga," kata Edi.

Menurut Edi, panggilan persidangan tersebut ditayangkan kepada terdakwa yang akan menjalani persidangan setelah pihak pengadilan yakin tak ada permasalahan teknis atau hal lainnya terhadap kasus si terdakwa.

"Maksud saya panggil aja, entah pegawai Rutan atau gimana ditunjukkan tanda tangan dia. Panggilan ini kan terjadi karena tidak ada masalah, tidak ada protes. Anda terapkan bagaimana aturannya, dan saya harus terima surat panggilan dari dia tandatangannya seperti memanggil saksi itu," jelas hakim Edi.

* Belum Siap Tanpa Pengacara

Sementara dua terdakwa lainnya, yakni Edi Syahputra dan Harry Koes rupanya juga belum siap untuk melangsungkan persidangan hari ini. Saat hakim menanyakan kesiapan mereka, Harry Koer menyatakan akan dihadapi sendiri tanpa dampingan kuasa hukum. Hal senada juga diutarakan Edi yang meminta pendampingan pengacara.

Tiga hari sebelumnya

‎Junaidi, kuasa hukum dari Raden Nuh menuturkan alasan mengapa kliennya tidak hadir dalam persidangan perdananya. Menurutnya, sesuai dengan KUHAP, seorang terdakwa yang akan menjalani persidangan harus dipanggil Ketua Pengadilan Negeri (PN) untuk hadir dalam persidangan minimal 3 hari sebelumnya.

"Menurut KUHAP, seprang terdakwa yg disidang harus dipanggil ketua pn utk hadiri sidang 3 hari sebelumnya secara patut. Suratnya ditandatangani dan disampaikan oleh yang bersangkutan (Ketua PN)," tuturnya.

Menurutnya, sampai tadi pagi menjelang sidang surat pemanggilan itu belum diberikan kepada klienya. Sehingga, proses persidangan tidak perlu dihadiri kliennya.

"Sampai tadi pagi, saat mau dibawa tidak ada suratnya. Kata jaksa, harus formal? Masa tidak sesuai Undang-undang (UU)? Jaksa mendakwa terdakwa sesuai UU, maka saat membawa terdakwa pengadilan juga harus sesuai UU," ucapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved