Home »

News

» Jakarta

Asuransi

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Sosialisasi ke Pedagang di Pasar Induk

Kesulitan merekrut masyarakat menjadi peserta diakui Pepen lantaran belum sepenuhnya masyarakat menyadari akan pentingnya berasuransi.

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Sosialisasi ke Pedagang di Pasar Induk
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Pepen S Almas, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cawang, Jakarta menyerahkan kartu keanggotaan kepada para pedagang Pasar Induk secara simbolis di halaman parkir Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (15/3). 

WARTA KOTA, KRAMAT JATI - Menyasar peserta kelas menengah ke bawah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) menggelar sosialisasi yang berlokasi di halaman parkir Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (15/3) pagi.

"Di tahun 2015 ini kami mengadakan sosialisasi masif dengan para pelaku pasar seperti kuli panggul, pedagang dan lainnya. Ini merupakan awal sosialisasi yang selanjutnya akan berkelanjutan tiap bulan ditempat berbeda-beda," kata Pepen S Almas, Kepala Cabang BPJS TK Cawang, Jakarta kepada Warta Kota di Pasar Induk, Jakarta Timur, Minggu (15/3).

Sosialisasi tersebut memaparkan mengenai peraturan pemerintah berupa Undang Undang No. 24 tahun 2014 tentang kewajiban masyarakat Indonesia untuk mendaftarkan diri di BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan khususnya bagi masyarakat pekerja yang mulai berlaku pada 1 Januari 2014 lalu.

"Intinya kami ingin sampaikan bahwa BPJS itu ada dua, sehingga informasi yang diterima masyarakat jelas," papar Pepen.

Selain itu, Pepen memaparkan sosialisasi bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat luas khususnya masyarakat pekerja agar mengetahui secara pasti program-program yang ada di BPJS TK serta manfaatnya jika tergabung menjadi peserta.

"Kami juga tentu ingin membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS TK, jangan sampai mereka tidak mendaftar karena tidak tahu (tentang BPJS TK), tak kenal maka tak sayang, untuk itu kami mengenalkan," tutur Pepen.

Kesulitan merekrut masyarakat menjadi peserta diakui Pepen lantaran belum sepenuhnya masyarakat menyadari akan pentingnya berasuransi.

"Kenapa ini di undang-undangkan ya karena memang sangat penting (asuransi) untuk masyarakat yang bekerja baik yang bekerja di sektor formal maupun informal," aku Pepen.

Umumnya perusahaan besar dikatakan Pepen sudah mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS TK. Selain itu kemudahan mengakses informasi baik dari media massa, sosmed ataupun internet jadi salah satu kelebihan yang dimiliki para pekerja formal.

"Sedangkan mereka para pekerja yang menengah kebawah belum tentu bisa mendapatkan informasi semudah itu, oleh karena nya kami harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi seperti ini," tutur Pepen.

BPJS TK membuka pendaftaran bagi calon peserta di halaman parkir Pasar Induk dari pukul 09.00-12.00. Salah satu dari ratusan calon peserta yang mengikuti sosialisasi, Idris Zubir (54) memutuskan mendaftar sebagai peserta BPJS TK.

"Ya setelah diberi tahu informasi-informasinya saya jadi mengerti dan akhirnya daftar, karena buat jaminan hari tua," ujar Idris yang sudah menjadi pedagang buah di Pasar Induk sejak 40 tahun silam.

Idris mengaku selama ini dirinya belum pernah mendaftarkan diri di asuransi apapun termasuk asuransi milik Badan Usaha Milik Negara itu. Dengan memilih program kecelakaan kerja serta tunjangan hari tua, Idris resmi terdaftar sebagai peserta BPJS TK.

"Saya sadar enggak selamanya dagang. Selama ini saya juga enggak ngerti apa itu BPJS TK terus apa manfaat serta bagaimana daftarnya, kebetulan ada disini ya sudah langsung daftar," tutur Idris.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help