Rupiah Melemah, Perajin Tempe Masih Pakai Kedelai Impor

Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah terpuruk, perajin tempe-tahu masih bertahan menggunakan kedelai impor.

Rupiah Melemah, Perajin Tempe Masih Pakai Kedelai Impor
Andika Panduwinata
Salah satu lokasi pembuatan tempe-tahu di Komplek Perumahan Industri Kecil (PIK) Koperasi Tahu Tempe (KOPTI) Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2015). 

WARTA KOTA, KALIDERES - Rupiah saat ini sedang melemah, nilai dolar pun semakin meninggi berkisar Rp. 13.200 per dolar AS.

Namun demikian para pedagang tahu dan tempe masih tetap mengunakan kedelai impor sebagai bahan baku pembuatannya.

Di Komplek Perumahan Industri Kecil (PIK) Koperasi Tahu Tempe (KOPTI) Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, mayoritas para pedagang di sini menggunakan kedelai impor.

Mereka membuat tahu dan tempe dengan bahan baku kedelai impor. Padahal saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah terpuruk.

"Pedagang di sini pakai kedelai impor semua, enggak ada yang pakai kedelai lokal," ujar Yanto (40), salah satu perajin tempe,  saat ditemui Warta Kota di Komplek KOPTI pada Jumat (13/3/2015) siang.

Yanto menyatakan jika pembuatan tahu dan tempe menggunakan kedelai lokal maka hasilnya tidak maksimal. Kualitas tahu dan tempe tidak bagus serta tak tahan lama.

Ia pun mengaku belum terkena imbas dari naiknya nilai dolar itu dikarenakan memakai kedelai impor. "Kedelainya itu biasanya di stock satu atau dua bulan, jadi untuk bulan ini belum ada efeknya walau pun dolar naik," ucapnya.

Para pedagang di lokasi ini membeli kedelai impor lewat agen mereka. Biasanya mereka membeli kedelai impor dengan harga Rp 700.000 per kwintal.

"Saya beli kedelai itu Rp 70.000 per kilogram. Biasanya saya beli 3 kwintal untuk sehari produksi," tutur Bayan, pengusaha tahu di Komplek KOPTI.

Senada Yanto, ia mengungkapkan belum ada kenaikan signifikan dengan harga bahan baku kedelai impor itu. (Andika Panduwinata)

Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved