Tinju

Floyd Sebut 2 Mei sebagai Pertarungan Abad Ini

Pada 2 Mei nanti, dunia akan berhenti berputar. Mayweather versus Pacquiao adalah pertarungan terbesar dalam sejarah, ucapnya.

Floyd Sebut 2 Mei sebagai Pertarungan Abad Ini
Warta Kota/Istimewa
Petinju Floyd Mayweather Jr dan Manny Pacquiao. 

WARTA KOTA, LOS ANGELES - Petinju Amerika Serikat (AS) Floyd Mayweather Jr menyebut pertarungannya melawan Manny Pacquiao pada 2 Mei mendatang, sebagai pertarungan abad ini.

“2 Mei adalah pertarungan abad ini. Yang terbaik melawan yang terbaik. Manny adalah salah satu petinju terbaik di era ini. Kami berencana bertanding cerdas, seperti yang kami lakukan di 47 pertarungan sebelumnya,” ujar Mayweather saat konferensi pers di The Nokia Theater, Los Angeles, Rabu (11/3) waktu setempat.

Konferensi pers ini digelar tiga minggu setelah kepastian pertarungan antara Mayweather kontra Pacquiao diumumkan. Mayweather dan Pacquiao sama-sama mengenakan setelan jas pada konferensi pers tersebut.

“Dunia tidak bisa melewatkan laga ini. Saya bekerja keras di gym, mendedikasikan diri untuk olahraga ini, karena saya tidak pernah ingin memenangkan pertarungan sebesar ini dalam hidup saya, dan saya yakin dia (Pacquiao) juga ingin menang sama besarnya seperti saya,” imbuh petinju berjuluk The Money ini.

Mayweather mengaku bersyukur, karena akhirnya bakal bisa memberikan pertarungan yang ingin dilihat oleh semua orang di dunia.

“Pada 2 Mei nanti, dunia akan berhenti berputar. Mayweather versus Pacquiao adalah pertarungan terbesar dalam sejarah,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pacquiao juga bersyukur karena diberikan kesempatan bertarung melawan Mayweather.

“Saya yakin ini adalah pertarungan yang Anda tunggu-tunggu sejak lima tahun lalu. Pertarungan ini terujud, dan saya tahu Anda sangat gembira. Kami akan berlatih keras untuk pertarungan ini, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk memberikan apa yang Anda inginkan. Saya berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan ini. Saya dulu bukan apa-apa dan kini menjadi sesuatu, itu semua saya persembahkan kepada Tuhan,” tutur petinju Filipina berusia 36 tahun itu.

Menjadi pihak yang tidak difavoritkan alias underdog pada pertarungan ini, petinju berjuluk Pac Man tersebut justru merasa senang.

“Saya suka menjadi underdog. Itu memberikan saya tekad. Tapi, saya yakin 101 persen (akan menang),” ucap Pacquiao.

Laga Mayweather kontra Pacquiao yang rencananya digelar di MGM Grand, bakal menjadi pertarungan tinju termahal yang pernah ada.

Tiket memang belum dijual, tapi diperkirakan harganya akan berkisar antara 1.500 dolar AS (sekitar Rp 19 juta) hingga 7.500 dolar AS (Sekitar Rp 98 juta).

Bahkan, ada laporan yang mengabarkan bahwa kursi yang tepat berada di sisi ring, dihargai sebesar 75 ribu dolar AS (Sekitar Rp 987 juta). (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help