Kecelakaan Lalu Lintas

Sopir Tronton Maut Dijerat Pasal Berlapis

Sopir truk tronton maut yang melarikan diri pascatabrakan beruntun di Jalan Raya Puncak, Rabu malam bisa dijerat pasal berlapis.

Sopir Tronton Maut Dijerat Pasal Berlapis
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Truk tronton B 9001 HQ inilah yang terlibat kecelakaan maut di Jalur Puncak di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (11/3/2015) malam. Setelah kejadian, sopir melarikan diri. 

WARTA KOTA, BOGOR - Sopir truk tronton maut yang melarikan diri pascatabrakan beruntun di Jalan Raya Puncak, KM 81, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (11/3/2015) malam bisa dijerat pasal berlapis.

Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, AKBP M Agung Suyono mengatakan, sopir yang saat ini dalam pencarian petugas bisa dikenai tiga pasal sekaligus.

"Pertama pasal kelalaian yang tidak disengaja, kelalaian yang disengaja, dan pasal melarikan diri," ujar Agung Suyono saat ditemui di pos unit laka tol Jagorawi, Kamis (12/3/2015).

Dia menjelaskan, Pasal 310 KUHP yaitu kelalaian tidak sengaja yang menyebabkan orang lain tewas atau terluka seperti akibat kondisi jalan yang licin atau ban mobil pecah, sedangkan Pasal 311 KUHP, adalah kelalain yang disengaja, misalnya rem kendaraan blong atau muatan penuh.

"Sedangkan Pasal 312 adalah sopir melarikan diri. Pasal ini bisa memperberat dakwaan sopir di persidangan," ujarnya.

Selain itu katanya, jika sopir sopir sudah ditangkap, petugas juga bisa melakukan pemeriksaan medis. Sehingga bisa diketahui apakah saat kejadian sopir dalam kondisi sehat atau dalam pengaruh minuman beralkohol.

"Jika ternyata sopir mengonsumsi alkohol, ini juga bisa memperberat hukuman sopir tersebut," katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Braamastyo Priaji menambahkan, selain sopir, pihaknya juga akan memanggil pihak perusahaan atau pemilik truk tronton tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan atau pemilik truk ikut jadi tersangka karena dinilai lalai tidak memperhatikan kondisi kelaikan truknya," ujarnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan maut terjadi di Jalur Puncak, tepatnya di Desa Citeko Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (11/3/2015) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Tabrakan terjadi disebabkan truk tronton bermuatan blok mesin nopol B 9001 HQ meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Cianjur menuju Jakarta.

Diduga rem truk blong dan sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak kendaraan lain di depannya.

Dalam kejadian itu, dua orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban tewas adalah Fany (29) penumpang Toyota Avanza B 1652 BZA.

"Truk tronton juga menabrak truk bernomor polisi F 9093 FD sehingga truk tersebut memutar dan melintangi jalan," kata Kanit Laka Polres Bogor, Ipda Asep Saepudin.

Di saat yang bersamaan, lanjutnya, dari arah berlawanan datang kendaraan pick up bernomor polisi F 8867 WQ dan juga sedan Mitsubishi Lancer bernomor B 1331 EA dan menabrak truk yang melintang tersebut.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved