Razia Minuman Keras

Wow, Polisi Sita 34 Jerigen Miras Oplosan Asal Sukabumi

Aparat Polresta Depok berhasil mengamankan 34 jerigen miras oplosan dalam razia gabungan pada Minggu (8/3/2015) dini hari.

Wow, Polisi Sita 34 Jerigen Miras Oplosan Asal Sukabumi
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Ilustrasi : Pengoplos minuman keras dan pemilik senjata tajam yang ditangkap anggota Polsektro Matraman, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Aparat Polresta Depok berhasil mengamankan 34 dirigen minuman keras (miras) oplosan yang dibawa dengan menggunakan mobil bak terbuka, dalam razia gabungan bersama TNI, Dishub dan Satpol PP Kota Depok, yang dilakukan di Jalan Raya Bogor Km 39, Cilangkap, Tapos, Depok, Minggu (8/3/2015) dini hari.

Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah yang memimping langsung razia gabungan bersandi operasi cipta kondisi menuturkan bahwa sebanyak 34 dirigen miras oplosan yang diamankan pihaknya itu, setiap dirigennya berisi 20 liter.

Menurut Ahmad, selain mengamankan 34 dirigen miras oplosan, pihaknya juga sempat mengamankan sopir dan kenek mobil bak terbuka yang membawa miras oplosan, yakni Hendar (30) dan Nurdin (27). Keduanya diketahui warga Sukabumi, Jawa Barat.

"Dalam pemeriksaan mereka mengaku akan membawa 34 dirigen miras oplosan itu ke pedagang miras yang memesannya, di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok," kata Ahmad kepada Warta Kota, Minggu (8/3/2015).

Menurutnya dari pengakuan Hendar dan Nurdin, mereka hanya bertugas mengantar miras oplosan ke Beji, Depok oleh pembuat miras oplosan di Sukabumi, Jawa Barat.

"Mereka mengaku sudah beberapa kali mendistribusikan miras oplosan dari Sukabumi ke Depok, bahkan Jakarta. Rata-rata sebulan sekali mereka mengantar miras puluhan dirigen ke Depok ini," paparnya.

Ahmad menjelaskan dari keterangan Hendar dan Nurdin, pihaknya juga mengamankan pedagang miras di Beji, yakni Kuren.

"Mereka kami data dan kami bina, untuk tidak mengulangi lagi perbuataannya. Sementara miras yang mereka bawa akan kami musnahkan. Sebab selain di Kota Depok ini peredaran miras dilarang, miras oplosan yang mereka bawa juga diduga berbahaya," ujar Ahmad.

Sebab, kata dia, dari sejumlah kasus yang terjadi di beberapa wilayah, sudah cukup banyak korban tewas akibat menenggak miras oplosan.

Karenanya dari penangkapan ini, kata Ahmad pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polres Sukabumi untuk menangkap pelaku pembuat miras oplosan di Sukabumi. "Ini harus diputus mulai dari produsen pembuat mirasnya," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, dari keterangan sopir mobil bak terbuka, 34 dirigen miras oplosan yang disita pihaknya nilainya sekitar Rp 2 Juta.

Menurutnya dalam razia gabungan cipta kondisi yang rutin dilakukan ini, ada 600 petugas yang diturunkan baik dari Polresta Depok, Polda Metro Jaya, TNI, Dishub Depok dan Satpol PP Depok. Tujuannya, kata Ahmad, untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan jalanan terutama begal motor, serta penyalahgunaan narkoba, bahan peledak dan lainnya.

"Kali ini, operasi kami fokuskan di empat titik rawan kejahatan. Namun secara umum seluruh wilayah Depok sempat kami sisir juga," kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, razia dan operasi seperti ini akan terus dilakukan pihaknya secara rutin untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman. "Kami lebih pada pemeriksaan barang bawaan dalam razia ini. Jika ada yang membawa senjata tajam tanpa alasan dan tujuan khusus, maka terpaksa senjata tajam kami amankan, begitu juga dengan senjata api," ujar Ahmad.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved