WartaKota/
Home »

Depok

Perpustakaan Depok Belum Sesuai Standar Nasional

Walau sudah memiliki gedung baru, ternyata Perpustakaan Umum Kota Depok masih jauh dibawah standar perpustakaan nasional.

Perpustakaan Depok Belum Sesuai Standar Nasional
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Gedung Perpustakaan Umum Kota Depok di Kompleks Balai Kota Depok di Jalan Margonda, Depok Minggu (8/3/2015). Gedung yang baru dibangun ini sudah dibuka untuk umum, sejak beberapa hari lalu. Rencananya gedung akan diresmikan saat HUT Kota Depok, pada April 2015 mendatang. 

WARTA KOTA, DEPOK - Walau sudah memiliki gedung baru berfasilitas modern dengan menghabiskan anggaran Rp 26,3 Miliar dalam pembangunannya, ternyata Perpustakaan Umum Kota Depok masih jauh dibawah standar perpustakaan nasional. Sebab, jumlah buku yang ada di Perpustakaan Umum Kota Depok masih sangat kurang dan jauh dari ideal sesuai standar perpustakaan nasional.

Hal itu diakui oleh Kepala Seksi Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Ima Halimah. Menurut Ima, saat ini Perpustakaan Umum Kota Depok baru memiliki jumlah buku sebanyak sekitar 18.400 buah. Padahal kata dia, sesuai standar nasional perpustakaan yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional RI, jumlah buku di satu wilayah itu harus sesuai perkapita yang ditetapkan, yakni jumlah penduduk dikali 0,025.

Dengan jumlah penduduk Kota Depok sebanyak sekitar 2,4 Juta orang, maka jumlah buku ideal di perpustakaan di Depok adalah 2,4 juta dikalikan 0,025 yakni sebanyak sekitar 50.000 sampai 60.000 buku.

"Jadi agar ideal Perpustakaan Depok, harus memiliki sedikitnya 50.000 buku. Sementara yang ada baru 18.400," katanya, Minggu (8/3/2015).

Ini berarti untuk sampai pada tahap ideal dan sesuai standar perpustakaan nasional, maka Perpustakaan Umum Kota Depok harus menambah sekitar 32.000 buku lagi. "Secara bertahap ini akan kami penuhi. Untuk tahun ini, kita akan tambah 2000 buku," kata Ima.

Sementara untuk tahun 2016, tutur Ima, dipastikan akan ada penambahan buku sedikitnya sebanyak 12.000 buku yang anggarannya diambil dari dana APBD Kota Depok. "Tahun 2016 kami mendapatkan anggaran APBD dua kali lipat dibanding 2015 ini untuk dapat memenuhi standar nasional perpustakaan, baik dari jumlah buku, fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat," kata Ima.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mencoba untuk meminta bantuan Gubernur Jawa Barat untuk menambah jumlah buku.

Menurutnya untuk permohonan bantuan berupa dua mobil perpustakaan keliling dan Alat Peraga Edukatif (APE) di ruang baca anak di gedung perpustakaan yang baru, dipastikan akan dipenuhi dan terealisasi.

Ima menuturkan, selain menyediakan dan meminjamkan buku, gedung baru Perpustakaan Umum Kota Depok di Komplek Balai Kota Depok ini nantinya akan memutar film edukatif secara berkala. Sebab, kata dia, gedung perpustakaan baru memiliki ruang teater pemutaran film di lantai 3. "Rencananya akan tersedia sekitar 500 judul film edukasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung," katanya.

Selain itu, kata Ima, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perpustakaan Nasional RI untuk mendapatkan film-film legendaris Indonesia yang mendidik.

Ima menuturkan saat ini masyarakat sudah dapat berkunjung ke Perpustakaan Umum Depok yang memiliki gedung baru ini. Perpustakaan kata dia buka setiap Senin sampai Jumat di jam kerja kantor. "Namun untuk sementara masyarakat belum bisa meminjam buku. Baru boleh membaca buku di perpustakaan saja," katanya.

IMa menuturkan, peminjaman buku akan dibolehkan setelah gedung baru diresmikan. Selain itu, kata Ima, masyarakat sudah bisa mendaftar menjadi anggota perpustakaan untuk dapat meminjam buku yang ada di Perpustakaan Umum Kota Depok.

"Untuk warga Jabodetabek cukup dengan membawa KTP dan mengisi formulir pendaftaran saja. Namun bagi penduduk di luar Jabodetabek harus melampirkan surat keterangan domisili," katanya.

Nantinya, tambah Ima, dalam kartu anggota ada barcode yang dapat mengidentifikasi data peminjaman buku. "Untuk pembuatan kartu anggota ini sama sekali tidak akan dipungut biaya," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help