Tinju

Manny Pacquiao Andalkan Hujan Bogem

Pac Man bakal melepaskan banyak pukulan ke arah Mayweather pada 2 Mei mendatang di MGM Grand, Las Vegas

Manny Pacquiao Andalkan Hujan Bogem
Warta Kota/dailymail
Manny Pacquiao memulai latihan dengan berlari pada Rabu (4/3) pagi di Los Angeles, Amerika Serikat, jelang pertarungannya melawan Floyd Mayweather Jr pada 2 Mei mendatang. 

WARTA KOTA, LAS VEGAS - Petinju Filipina Manny Pacquiao mengatakan, Floyd Mayweather Jr tidak pernah menghadapi lawan yang melayangkan banyak pukulan ke arahnya, selama kariernya di dunia adu jotos.

Untuk itu, petinju berjuluk Pac Man tersebut bakal melakukan hal itu, yakni melepaskan banyak pukulan ke arah Mayweather pada 2 Mei mendatang di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS).

“Dia (Mayweather) memiliki kecepatan dan gerak kaki yang sangat baik. Dia juga punya banyak pukulan, yang membuatnya terlihat bagus. Tapi itu tergantung siapa lawannya. Bagi saya sebagai petinju, saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya akan melepaskan banyak pukulan keras,” tutur petinju berumur 36 tahun itu kepada Yahoo Sports.

Tanpa disadari, dengan mengatakan hal itu Pacquiao sebenarnya telah mengungkapkan strateginya untuk melawan The Money, julukan Mayweather.

Pacquiao mungkin juga lupa, bahwa pada pertarungan pertama Mayweather melawan Marcos Maidana tahun lalu, Maidana melepaskan banyak pukulan terhadap Mayweather, selama enam ronde pertama.

Namun, di paruh kedua laga, Mayweather bisa menyesuaikan diri dengan cara banyak bergerak. Cara itu ternyata efektif meredam pukulan Maidana yang bertubi-tubi.

Kala itu, Maidana langsung ‘mati gaya’ setelah Mayweather mulai bergerak di sekitar ring, sampai akhirnya petinju AS berumur 36 tahun itu menghentikan perlawanan sang rival asal Argentina tersebut di akhir laga.

“Tak ada seorang pun di luar sana yang benar-benar telah melepaskan banyak pukulan ke arahnya (Mayweather), tapi saya akan melakukan itu. Dia adalah petinju yang sangat bagus, tapi saya tahu bagaimana caranya bertarung, dan saya bisa bergerak dari sisi ke sisi dan melontarkan pukulan,” tutur Pacquiao.

Pacquiao hendak menyatakan bahwa Mayweather tak akan mampu bertahan ketika diserang dengan aliran pukulan yang konstan. Namun, sepertinya Mayweather tidak bakal terlalu kewalahan dengan volume tinggi serangan pukulan Pacquiao.

Sebab, gaya bertarung Pacquiao yang selalu bergerak dari sisi ke sisi, sudah sangat kuno dan tak lagi mengejutkan siapa pun, terutama petinju seperti Mayweather yang belum pernah kalah dalam total 47 pertarungannya.

Lagi pula, toh Pacquiao cuma bisa bergerak dari sisi ke sisi ring untuk jangka pendek di setiap ronde, dan tidak untuk tiga menit penuh setiap ronde, seperti yang biasa ia lakukan dulu.

Karena, bukan rahasia lagi bahwa Pacquiao punya masalah kram kaki, ketika mencoba untuk bergerak dari sisi ke sisi ring untuk waktu yang lama. Nah, ketika mengalami kram kaki, gerak Pacquiao bakal menjadi lamban, dan artinya ia harus bekerja keras untuk meladeni serangan lawan.

Maka, Pacquiao harus punya rencana yang lebih baik untuk melawan Mayweather, ketimbang sekadar melemparkan rentetan pukulan. Jika hanya itu rencana Pacquiao untuk memenangkan pertarungan, maka besar kemungkinan Mayweather lah yang bakal mendominasi pertandingan pada 2 Mei nanti.

Pacquiao harus punya rencana B, C, D, bahkan bila perlu hingga rencana E, agar punya kesempatan mengakhiri rekor tak terkalahkan Mayweather. Sang pelatih juga harus memberikan instruksi kepada Pacquiao di sepanjang ronde yang sedang berlangsung, bukan hanya pada akhir ronde. (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help