Razia Minuman Keras

Larangan Jual Minuman Beralkohol Mulai Disosialisasikan

Penerapan larangan menjual minuman beralkohol di minimarket mulai disosialisasikan.

Larangan Jual Minuman Beralkohol Mulai Disosialisasikan
KOMPAS.com
Ilustrasi miras di gerai minimarket. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Penerapan larangan menjual minuman beralkohol di minimarket mulai disosialisasikan. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, akan menerapkan larangan tersebut mulai 16 April 2015 nanti. Jika melanggar, maka Pemprov DKI Jakarta akan mencabut izin minimarket tersebut.

"Saat ini kami mulai sosialisasikan Surat Keputusan (SK) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, bahwa mulai 16 April mendatang minimarket tidak boleh lagi menjual minuman beralkohol," kata Joko Kundaryo, Kepala KUMKMP DKI Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Pihaknya pun, menurut Joko, sudah melakukan sosialisasi, agar pihak minimarket menghentikan penjualan minuman beralkohol tersebut. Bahkan, pihak minimarket sudah menyetujui pelarangan tersebut.

Seperti diketahui, hingga pertengahan 2014 lalu jumlah minimarket di Jakarta sebanyak 2.254 outlet. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.148 outlet di antaranya berupa convenience store, yaitu seperti Circle K, Lawson, Family Mart, Indomaret, dan Alfamart. Sedangkan, sisanya 106 outlet convenience store adalah Seven Eleven.

"Setelah disosialisasikan, kebanyakan mereka setuju untuk tidak menjual bir. Namun, saat ini mereka hanya tinggal menghabiskan stok yang masih ada, hingga nanti tanggal 16 April diterapkan pelarangan tersebut," kata Joko Kundaryo.

Pelarangan itu sendiri, lanjut Joko, diakui oleh para pengusaha retail tidak terlalu berpengaruh dalam hal pendapatan. Pasalnya, penjualan minuman tersebut, hanya kurang lebih 10 hingga 15 persen saja.

"Kami akan terus lakukan sosialisasi ini. Jika hingga 16 April, mereka tidak mengindahkan pelarangan tersebut, akan diberikan penyitaan minuman, Surat Peringatan, hingga pencabutan izin dengan berkoordinasi dengan Wali Kota setempat dan Dinas Pariwisata," kata Joko Kundaryo.

Kriminalitas

Dukungan atas pelarangan penjualan bir itu, juga datang dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, William Yani, mengatakan, bahwa pelarangan itu bisa meminimalisir tindakan kriminalitas di Jakarta.

"Seperti kita ketahui, kriminalitas itu muncul, salah satu faktornya karena mabuk minuman beralkohol. Karena itu, langkah Kemenerindag ini harus didukung atas pelarangan menjual minuman beralkohol di minimarket," kata William Yani.

Pasalnya, selama ini, minuman itu sendiri dijual bebas. Tanpa ada pengawasan, bahwa hanya yang berusia diatas 21 tahun boleh membelinya. Selain itu, pihak minimarket juga tidak melakukan pengawasan saat pembeli meminum di lingkungan minimarket itu sendiri.

"Sebenarnya pelarangannya hanya sebatas tidak boleh minum di tempat penjualan tersebut. Tapi kan selama ini tidak ada pengawasan dari pihak minimarket. Karena itu kami dukung kebijakan pelarangan ini. Namun, nanti kami lihat selama satu tahun ini, agar bisa dievaluasi kebijakan tersebut," kata William Yani.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved